HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,94 persen ke level 6.093,759 pada perdagangan saham periode 5–9 Oktober 2026. Namun, penguatan indeks tersebut belum menghapus tekanan arus dana asing yang sepanjang tahun ini masih mencatatkan jual bersih hingga Rp84,99 triliun.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik dari posisi 6.036,888 pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun dari Rp10.627 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri menyampaikan, aktivitas perdagangan saham selama sepekan menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Peningkatan paling besar terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, sedangkan rata-rata volume transaksi justru mengalami penurunan.
“Adapun peningkatan tertinggi dialami oleh rata-rata nilai transaksi harian yaitu sebesar 28,52 persen menjadi Rp16,23 triliun dari Rp12,63 triliun pada pekan sebelumnya,” tuturnya, sebagaimana dikutip Holopis.com, Sabtu (10/10/2026).
Kenaikan nilai transaksi harian tersebut menunjukkan bahwa nilai perdagangan saham yang tercatat di bursa meningkat selama periode pelaporan. Namun, data agregat tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa investor asing telah kembali melakukan akumulasi saham secara berkelanjutan.
Di tengah penguatan IHSG, rata-rata volume transaksi harian BEI justru turun 7,62 persen menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 0,27 persen menjadi 1,67 juta kali transaksi dari 1,68 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan nilai transaksi tidak diikuti peningkatan volume maupun frekuensi perdagangan. Nilai transaksi dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk perubahan harga saham yang diperdagangkan dan komposisi transaksi selama periode tersebut.
Adapun kapitalisasi pasar BEI bertambah Rp74 triliun dalam sepekan, dari Rp10.627 triliun menjadi Rp10.701 triliun.
Peningkatan kapitalisasi pasar ini berjalan seiring dengan kenaikan IHSG, meskipun pergerakan saham individual dan sektor-sektor di dalam bursa tidak selalu seragam.
Dari sisi investor asing, BEI mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp30,40 miliar selama periode perdagangan 5–9 Oktober 2026.
Meski demikian, secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih sebesar Rp84,99 triliun.
Perbedaan antara arus dana asing dalam sepekan dan akumulasi tahunan tersebut menunjukkan bahwa pembelian bersih pada periode tertentu belum cukup untuk membalikkan posisi jual bersih yang telah terbentuk sepanjang tahun.



