IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031, Optimisme Konsumen Mulai Terbelah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (8/10/2026). IHSG tertekan 1,88 persen atau turun 115,44 poin ke level 6.031,28.

Tekanan jual mewarnai perdagangan sejak awal hingga akhir sesi. IHSG bergerak dalam rentang 6.179,09 hingga menyentuh level terendah 6.031,28 pada penutupan perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun Holopis.com menunjukkan nilai transaksi saham mencapai Rp12,72 triliun. Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan 60,82 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,95 juta kali.

Tekanan jual juga terlihat dari luasnya pelemahan saham. Sebanyak 497 saham tercatat turun, sementara hanya 171 saham menguat dan 119 saham lainnya stagnan.

Pelemahan IHSG turut terjadi bersamaan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah ditutup melemah 0,09 persen di level Rp17.898 per dolar AS.

Dari sisi sektoral, tekanan paling dalam terjadi pada saham-saham sektor perindustrian, energi, dan infrastruktur. Masing-masing sektor tersebut terkoreksi sebesar 2,86 persen, 2,76 persen, dan 2,54 persen.

- Advertisement -

Di tengah tekanan pasar saham tersebut, indikator keyakinan konsumen memberikan gambaran yang sedikit berbeda. Bank Indonesia (BI) mencatat masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi optimistis terhadap perekonomian, meski tingkat optimismenya sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 berada di level 118,1. Angka tersebut masih berada di atas level 100 yang menunjukkan konsumen tetap optimistis dalam melihat kondisi ekonomi saat ini hingga enam bulan mendatang.

Namun, IKK September mengalami penurunan tipis dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 118,5.

Penurunan tersebut terutama tercermin dari persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,4 pada Agustus menjadi 107,5 pada September 2026.

Artinya, meski konsumen masih optimistis, penilaian terhadap kondisi perekonomian yang sedang berjalan mulai mengalami pelemahan.

Menariknya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian ke depan. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) justru meningkat dari 127,6 pada Agustus menjadi 128,7 pada September.

Kenaikan IEK menunjukkan konsumen masih melihat prospek ekonomi dalam enam bulan ke depan secara lebih positif.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU