HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketika menyebut rendang, kebanyakan orang langsung membayangkan olahan daging sapi yang kaya rempah khas Sumatera Barat. Namun di balik popularitas tersebut, ada satu hidangan yang tak kalah menggoda selera, yakni rendang ayam khas Minang.
Meski tidak selalu tersedia di setiap rumah makan Padang, rendang ayam memiliki penggemar tersendiri, terutama bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Ranah Minang. Hidangan ini bahkan sering dijadikan oleh-oleh selain rendang sapi karena cita rasanya yang khas dan daya simpan yang cukup lama.
Secara tradisional, rendang ayam dibuat dari potongan ayam tanpa kulit. Kebiasaan ini sejalan dengan tradisi masyarakat Minangkabau yang umumnya tidak mengonsumsi kulit ayam, sehingga daging ayam di pasar tradisional biasanya dijual dalam kondisi sudah dibersihkan dari kulitnya.
Selain rasanya yang kaya rempah, rendang ayam juga memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Dalam satu porsi, rendang ayam mengandung sekitar 61,5 gram protein dan 9,1 gram serat pangan, menjadikannya hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bernutrisi.
Teknik Memasak “Merandang”
Di daerah asalnya, istilah rendang sebenarnya tidak hanya merujuk pada jenis masakan, melainkan teknik memasak yang dikenal sebagai “merandang”. Teknik ini dilakukan dengan memasak bahan makanan bersama santan dan rempah dalam waktu lama hingga kadar airnya menguap dan menghasilkan tekstur kering serta bumbu yang meresap sempurna.
Karena proses tersebut, rendang dikenal memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan lauk lainnya. Itulah sebabnya rendang kerap dijadikan bekal perjalanan atau oleh-oleh khas dari Sumatera Barat.
Menariknya, masyarakat Minangkabau tidak membatasi rendang hanya pada daging sapi. Berbagai bahan lain juga bisa diolah dengan teknik yang sama, mulai dari ayam, telur, sayuran, hingga kerang.
Resep Rendang Ayam Khas Minang
Bagi yang ingin mencoba memasaknya di rumah, berikut resep rendang ayam khas Minang yang bisa dicoba.
Bahan-bahan:
- 1 ekor ayam kampung, potong 8 bagian
- 200 g kentang rendang
- 600 ml santan encer
- 500 ml santan kental
- 4 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun kunyit
- 8 lembar daun jeruk
- 2 butir kapulaga
- 3 butir cengkih
- 3 cm kayu manis
- 1 buah asam kandis
- 1 sdm Royco Kaldu Ayam
Bumbu halus:
- 200 g cabai merah keriting
- 150 g bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 3 cm jahe
- 3 cm lengkuas
- 1 sdm garam
Cara membuat:
- Masukkan daging ayam, santan encer, bumbu halus, santan, serai, daun kunyit, daun jeruk, kapulaga, cengkih, dan kayu manis ke dalam wajan. Masak di atas api sedang sambil sesekali diaduk hingga mendidih.
- Masukkan kentang, lalu masak terus sambil diaduk sesekali hingga daging ayam setengah matang. Tambahkan santan kental dan Royco Kaldu Ayam.
- Teruskan memasak di atas api kecil sambil diaduk agar santan tidak pecah hingga kuahnya mengering dan berminyak. Setelah matang, angkat dan sajikan.
Sajian Pelengkap
Rendang ayam biasanya disajikan bersama nasi hangat dan berbagai lauk pendamping khas Minang seperti Balado Ikan Bilis atau Gulai Daun Singkong. Bahkan, daun singkong rebus dengan sambal balado hijau saja sudah cukup untuk melengkapi kelezatan hidangan ini.
Dengan cita rasa rempah yang kuat dan tekstur bumbu yang meresap, rendang ayam menjadi salah satu kuliner khas Minangkabau yang patut dicoba. Bagi pecinta masakan Nusantara, hidangan ini bisa menjadi alternatif menarik selain rendang daging sapi yang sudah lebih dulu populer.




