HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mudik atau pulang kampung selalu menjadi momen yang dinantikan banyak orang menjelang Hari Raya. Tradisi tahunan ini bukan sekadar perjalanan jauh menuju kampung halaman, tetapi juga menjadi waktu untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
Namun perjalanan mudik sering kali memakan waktu panjang dan penuh tantangan. Karena itu, selain mempersiapkan kondisi fisik, kendaraan, serta kebutuhan logistik, umat Islam juga dianjurkan mempersiapkan diri secara spiritual dengan membaca doa sebelum berangkat.
Dalam ajaran Islam, membaca doa sebelum dan selama perjalanan menjadi bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar perjalanan berjalan lancar dan selamat hingga sampai tujuan.
Doa Saat Akan Berangkat Mudik
Sebelum memulai perjalanan mudik, umat Islam dianjurkan membaca doa safar berikut:
“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”
Artinya:
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya keadaan saat kembali dalam harta dan keluarga.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis HR. Muslim dan dikenal sebagai doa safar yang sering dibaca ketika seseorang hendak melakukan perjalanan jauh.
Doa Agar Terhindar dari Bahaya di Perjalanan
Selain doa safar, ada pula doa pendek yang dianjurkan dibaca agar perjalanan dijauhkan dari berbagai bahaya.
“Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Doa ini mengandung makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan membacanya, seorang Muslim diingatkan untuk selalu bertawakal dan memohon perlindungan selama perjalanan.
Ikhtiar Lahir dan Batin saat Mudik
Selain berdoa, para pemudik juga tetap dianjurkan melakukan ikhtiar secara nyata, seperti memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, menjaga kesehatan tubuh, serta mematuhi aturan keselamatan di perjalanan.
Dengan memadukan persiapan fisik, mental, dan spiritual, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, serta membawa keberkahan hingga tiba kembali di kampung halaman.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...