JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama demi menjaga Indonesia sebagai negara makmur dan adil.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan terowongan silaturahim Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal di Jakarta.
Mulanya Presiden Prabowo mengenang posisi Masjid Istiqlal yang berdiri bersebelahan dengan Gereja Katedral. Termasuk sosok yang mendirikan Masjid Istiqlal.
“Ini juga mengingatkan kita tidak hanya Masjid Istiqlal berdiri disamping Gereja Katederal, tapi yang merancang Masjid Istiqlal arsiteknya ditunjuk pleh presiden pertama kita justru bukan orang muslim,” ucap Presiden Prabowo pada Kamis (12/12).
“Arsiteknya adalah orang nasrani ini kehebatan bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Presiden kemudian membeberkan ketika dirinya juga berupaya mengikuti jejak Soekarno ketika membangun Masjid Istiqlal.
“Kecil-kecilan saya juga bikin masjid di Hambalang, coba-coba ikut Bung Karno lah yang merancang mendesain gereja saya disitu adalah seorang katolik,” ucapnya.
Prabowo kemudian menekankan tradisi di Indonesia tetap harus dipertahankan dalam menjaga kerukunan dengan berbagai keragaman.
“Bahwa kita berbeda agama kita berbeda adat istiadat, tapi kita satu dalam keluarga besar bangsa Indonesia,” ujarnya.
Prabowo kemudian sekali lagi meminta semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan dengan segala perbedaan suku yang sangat beragam.
“Mari kita teruskan jaga kerukunan. Jaga kemesraan diantara kita tidak ada yang lebih penting dari kerukunan perdamaian. Hanya dengan perdamaian kita bisa meraih kesejahteraan,” tuturnya.
“Hanya dengan perdamaian kita bisa jadi negara makmur dan adil,” tutupnya.



