HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap prakiraan cuaca Indonesia untuk periode 29 September hingga 5 Oktober 2026. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga hujan lebat dan sangat lebat.
Pada 29 September hingga 1 Oktober, peningkatan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat berada pada kategori siaga di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jawa Barat. BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Memasuki 2 hingga 5 Oktober, peningkatan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Papua.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berada pada kategori siaga di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Papua Pegunungan. Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Selatan.
BMKG menjelaskan, potensi hujan tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta pola perlambatan dan pertemuan angin diprakirakan berperan dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan di sejumlah wilayah.
Kondisi atmosfer yang cukup labil juga diprakirakan terjadi di beberapa wilayah, seperti Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, serta sejumlah wilayah Papua. Kondisi tersebut dapat mendukung pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan selama periode prakiraan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal informasi resmi BMKG, terutama bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang.



