HOLOPIS.COM, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah menghemat anggaran hingga Rp300 triliun pada bulan-bulan awal 2025. Efisiensi dilakukan dengan mengurangi belanja yang dinilai tidak mendesak, termasuk biaya kegiatan seremonial, seminar, FGD, perjalanan dinas, hingga pengadaan alat tulis kantor, Rabu (16/9).
Prabowo mengatakan penghematan dilakukan setelah pemerintah memeriksa pos belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebut sejumlah anggaran yang sebelumnya rutin digunakan kementerian dan lembaga perlu dievaluasi karena tidak seluruhnya berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Di tahun-tahun pertama, bulan-bulan pertama saya mimpin, 2025, kita bisa menghemat 300 triliun. Luar biasa. Anda bayangkan, 300 triliun,” kata Prabowo dalam program Metro TV Exclusive Presiden Prabowo Menjawab di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (16/9).
Menurut Prabowo, belanja yang dipangkas antara lain biaya pembelian alat tulis kantor, percetakan, suvenir, sewa gedung, sewa peralatan, rapat, seminar, dan sebagainya. Ia menilai pengeluaran tersebut perlu dikendalikan agar anggaran negara dapat digunakan lebih efektif.
“Pangkas Biaya pembelian alat tulis, percetakan suvenir, sewa gedung, peralatan, rapat seminar dan sebagainya. Jadi banyak sekali yang kita hemat,” ujarnya.
Ia mengatakan langkah efisiensi belum berhenti pada pengurangan sejumlah pos belanja tersebut. Pemerintah masih melihat peluang lain untuk memperbaiki pola penggunaan anggaran negara.
“Tetap, masih kita tidak puas,” katanya.
Prabowo menegaskan efisiensi anggaran merupakan salah satu kunci agar negara memiliki kemampuan lebih baik untuk menjalankan program serta menghadapi berbagai kebutuhan, termasuk penanganan bencana.
“Jadi, efisiensi ini kunci dari keberhasilan kita sebagai negara. Mengatasi bencana, sekarang kita inovasi,” pungkasnya.
Prabowo menyebut potensi penghematan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan belanja yang tidak efisien. Ia menilai efisiensi dari pengadaan barang secara terpusat dapat memberikan ruang bagi negara untuk menghemat anggaran dalam jumlah besar.




