HOLOPIS.COM, JAKARTA– Suahasil Nazara langsung menghadapi PR berat usai dilantik sebagai Menkeu. Ekonom menyoroti ruang fiskal, inflasi, lapangan kerja, dan daya beli warga.
Suahasil Nazara baru saja menerima mandat besar sebagai Menteri Keuangan.
Namun, di balik pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan yang berlangsung cepat, sejumlah pekerjaan rumah berat sudah menanti.
Bukan cuma soal menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat.
Suahasil juga dituntut mampu menghadapi ruang fiskal yang makin terbatas, menjaga pertumbuhan ekonomi, hingga mengatasi persoalan daya beli masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian tersebut dinilai sejumlah ekonom tidak serta-merta mengubah arah kebijakan fiskal pemerintah.
Pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan justru dianggap bisa menjadi modal untuk menjaga kesinambungan kebijakan.
Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz mengatakan rekam jejak Suahasil dapat membantu meminimalkan risiko transisi, terutama ketika pemerintah tengah menjalankan APBN 2026 sekaligus menyiapkan APBN 2027.
Menurutnya, kebijakan fiskal diperkirakan tetap diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan batas defisit 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai jangkar kredibilitas fiskal.
“Secara keseluruhan, kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan sembari mempertahankan aturan fiskal 3% sebagai jangkar kredibilitas utama,” ujar Faiz.
Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana juga melihat pengalaman dan kredibilitas Suahasil sebagai faktor positif bagi stabilitas kebijakan fiskal Indonesia.



