HOLOPIS.COM, JAKARTA – Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Bukan cuma soal modal yang masuk, realisasi tersebut juga disebut ikut membuka lapangan kerja baru dengan total 1.448.000 tenaga kerja terserap.
Angka tersebut tercatat sepanjang semester I 2026 dan berasal dari proyek investasi yang dijalankan investor dalam negeri maupun asing.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan capaian investasi tersebut memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui penciptaan kesempatan kerja.
Menurutnya, 1.448.000 tenaga kerja yang terserap berasal dari sektor riil. Artinya, angka tersebut bukan berasal dari rekrutmen pegawai pemerintah.
Pekerjaan baru tersebut muncul dari berbagai proyek investasi yang dijalankan perusahaan di Indonesia.
Nurul menegaskan, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari investasi langsung, baik yang dilakukan perusahaan dalam negeri maupun investor asing.
Pemerintah juga memastikan angka penyerapan tenaga kerja tersebut bukan sekadar perkiraan.
Nurul mengatakan pencatatan dilakukan berdasarkan laporan perusahaan yang masuk ke Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
“Pencatatannya dilakukan secara transparan per proyek melalui laporan resmi yang disampaikan oleh perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berupa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ujar Nurul Ichwan.
Dengan mekanisme tersebut, data tenaga kerja dicatat berdasarkan proyek investasi yang dilaporkan oleh perusahaan.
Menurut Nurul, kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja juga menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam periode lima tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung tercatat terus meningkat. Rata-rata pertumbuhannya mencapai 22,4 persen.
Kondisi ini menunjukkan investasi tidak hanya memberikan tambahan modal bagi kegiatan usaha, tetapi juga ikut memperluas kesempatan kerja.



