Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam penyusunan perubahan APBD Jawa Tengah 2026.
Masuknya investasi diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi dan sosial juga menjadi bagian dari gambaran kondisi Jawa Tengah pada 2026.
Tingkat kemiskinan Jawa Tengah tercatat turun menjadi 9,21 persen. Tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,30 persen, sedangkan inflasi pada Agustus tercatat sebesar 3,08 persen.
Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,80 persen pada semester I 2026, Pemprov Jawa Tengah mengarahkan perubahan APBD untuk merespons perkembangan ekonomi sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Penguatan pendapatan melalui kepatuhan pajak dan upaya mendatangkan investasi menjadi bagian dari strategi tersebut.
Di sisi pengeluaran, anggaran perubahan tetap diarahkan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.



