HOLOPIS.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya pembenahan pendataan pendonor darah sukarela. Ia meminta agar tidak ada pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darah justru terlewat dalam pencatatan.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).
Menurut Luthfi, akurasi data penting untuk memastikan kontribusi para pendonor darah sukarela dapat tercatat dengan baik. Terlebih, ia menemukan adanya pendonor dengan jumlah donor yang sangat tinggi, tetapi belum seluruh riwayatnya masuk dalam data.
Luthfi menyebut mendapat masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, jumlah tersebut ternyata belum seluruhnya tercatat.
“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” kata Luthfi dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Selasa (29/9/2026).
Ia pun meminta proses pendataan dan verifikasi pendonor darah sukarela diperbaiki. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kontribusi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah dapat terdokumentasi secara akurat.
Dalam kesempatan yang sama, Luthfi juga memberikan apresiasi kepada ribuan pendonor yang konsisten menyumbangkan darahnya. Menurutnya, donor darah tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan amal kepada sesama.
“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan. Ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Luthfi.
Sebanyak 2.347 pendonor darah sukarela menerima penghargaan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, sebanyak 1.742 orang telah mencapai 50 kali donor, sedangkan 605 orang lainnya telah mencapai 75 kali donor.
Luthfi menilai konsistensi para pendonor menunjukkan kuatnya nilai kemanusiaan dalam mendukung kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. Misi sosial tersebut, kata dia, tidak hanya berhenti pada kegiatan donor darah, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap kepedulian masyarakat untuk mendonorkan darah terus tumbuh dan menular kepada lebih banyak orang. Luthfi juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada para pendonor yang telah mencapai puluhan kali donor.
Dari sisi ketersediaan, hingga Juni 2026 produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah tercatat sekitar 17 ribu kantong darah per bulan. Pada periode tersebut, ketersediaan darah disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Darah yang disumbangkan para pendonor selanjutnya dikelola melalui Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.



