Tekan Kemiskinan Jateng, Pemprov Kejar Target 8,70% Lewat Perbaikan Rumah Warga

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

HOLOPIS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026. Salah satu strategi yang ditempuh ialah mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan mengurangi kesenjangan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Jawa Tengah per Maret 2026 masih berada di angka 9,21 persen. Artinya, pemerintah daerah perlu menekan angka tersebut sebesar 0,51 poin persentase untuk mencapai target akhir tahun.

Target itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka acara Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah Tahap III Tahun 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).

“Target kita ada diangka 8,70% di akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dikutip Holopis.com Jateng, Rabu (23/9/2026).

Backlog Perumahan Jateng Turun

Taj Yasin menjelaskan, pengurangan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal yang layak.

Menurutnya, salah satu upaya yang perlu terus dilakukan ialah mengurangi ketimpangan antara kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian layak atau backlog perumahan di Jawa Tengah.

Hingga semester II 2026, backlog perumahan di Jateng tercatat sekitar 990.000 unit. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 1.332.968 unit.

Penurunan backlog itu didukung kolaborasi Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota, Baznas, dan perusahaan-perusahaan dalam melakukan perbaikan rumah tidak layak huni sepanjang 2025.

Taj Yasin menilai, sinergi dengan Baznas menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah menangani persoalan hunian sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

“Terima kasih kepada Baznas yang hari ini menyalurkan zakat kepada para penerima berupa perbaikan rumah tidak layak huni. Ini membantu kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Ia berharap proses rehabilitasi RTLH dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat penerima bantuan bisa menempati rumah yang lebih layak.

Baznas Salurkan Rp2 Miliar untuk 112 Rumah

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji mengatakan, pada Tahap III 2026, pihaknya menyalurkan bantuan rehabilitasi RTLH untuk 112 unit rumah dengan total anggaran Rp2,011 miliar.

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari program bantuan perbaikan rumah yang telah dijalankan Baznas Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun secara rinci, bantuan rehabilitasi RTLH yang disalurkan Baznas Jawa Tengah tercatat mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, bantuan diberikan untuk 250 unit rumah dengan nilai Rp4,375 miliar. Kemudian, pada 2023, bantuan disalurkan kepada 65 unit rumah dengan total anggaran Rp1,17 miliar.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU