Burhanuddin Sindir Dua Putra Gus Irfan Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj : Ngono yo Ngono Neng Ojo Ngono

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengamat politik sekaligus pendiri Poltracking Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyindir pengangkatan dua putra Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, sebagai tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Sindiran Burhanuddin tersebut menyinggung praktik nepotisme dengan membandingkan pengangkatan kedua putra Gus Irfan dengan era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Suharto perlu puluhan tahun mengangkat Tutut jadi menteri, Menteri Haji ini tak perlu waktu lama buat mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli. Ngono yo ngono neng ojo ngono, Gus…” tulis Burhanuddin di akun X pribadinya @BurhanMuhtadi, Jumat (23/10/2026)

Ungkapan berbahasa Jawa “Ngono yo ngono neng ojo ngono” secara umum bermakna bahwa sesuatu boleh saja dilakukan, tetapi jangan sampai berlebihan atau melampaui kepatutan. Dalam konteks tersebut, sindiran itu mengarah pada kepatutan pengangkatan anggota keluarga pejabat ke dalam jabatan di lingkungan kementerian.

Pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli tersebut pun menjadi sorotan karena menyangkut prinsip profesionalitas, transparansi, dan potensi konflik kepentingan dalam pengisian posisi di lembaga pemerintahan.

Sorotan itu mengemuka di tengah tuntutan agar jabatan di lingkungan pemerintahan diisi berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata kedekatan keluarga.

Diketahui, bahwa Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan buka suara soal pengangkatan anak-anaknya menjadi tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya.

Pengangkatan dua anak Gus Irfan, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad, sebelumnya menjadi sorotan dan perbincangan netizen. Penunjukan keduanya disebut didasarkan pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengangkatan tenaga ahli.

Gus Irfan menceritakan awal mula penunjukan tersebut berakar dari terbentuknya Badan Penyelenggara (BP) Haji pada akhir 2024. Kala itu, dia dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak belum memiliki staf maupun fasilitas kerja.

Kemudian, klaim Gus Irfan, saat itu anak-anaknya dan para santrinya secara sukarela membantu proses pembentukan BP Haji.

“Hanya saya dengan Pak Bang Dahnil saja. Akhirnya Bang Dahnil disambut timnya di–kebetulan beliau dari Kementerian Pertahanan. Saya disambut santri-santri saya, dan sama anak saya,” pengakuan Gus Irfan di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (23/10).

“Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama tiga atau empat bulan,” sambungnya.

Menurutnya setelah proses tersebut berjalan, sebagian dari mereka ditarik menjadi tenaga ahli. Sedangkan sisanya kembali ke aktivitas masing-masing.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU