Dewan Pers Kenang 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda sebagai Pahlawan Pers Tahun Ini

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengenang dedikasi lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Ia menyebut perjuangan dan militansi mereka dalam menghasilkan karya jurnalistik sebagai bagian dari pengabdian yang layak dikenang sebagai pahlawan pers tahun ini.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan ‘Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis’ di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat.

“Biasanya kita itu menikmati potret gambar tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya. Nah, ketika ini terjadi musibah kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari mendapatkan gambar terbaik,” kata Komaruddin dikutip Holopis.com setelah doa bersama di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi wartawan dan fotografer ketika berusaha mendapatkan dokumentasi terbaik dari sebuah peristiwa. Menurutnya, masyarakat sering kali hanya melihat hasil karya jurnalistik tanpa mengetahui proses dan perjuangan di baliknya.

Risiko dalam mencari informasi dan gambar di lapangan kemudian menjadi perhatian terhadap keselamatan jurnalis. Komaruddin meminta wartawan yang hendak melakukan peliputan di wilayah berbahaya untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas atau pihak yang berada di lokasi.

“Kalau kawan-kawan ingin mengadakan suatu liputan pada daerah-daerah yang dianggap berbahaya, hendaknya berkoordinasi dengan pejabat petugas tempat,” tuturnya.

Koordinasi tersebut, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan dukungan dari perusahaan pers. Ketika jurnalis mengalami musibah saat menjalankan tugas, pimpinan perusahaan juga diharapkan memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kalau ada musibah seperti ini tentunya kawan-kawan perusahaan, pimpinannya hendaknya memberikan perhatian spesial pada keluarga yang ditinggal,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko kerja jurnalistik tidak hanya berasal dari kondisi alam. Jurnalis dapat menghadapi kekerasan, penghalangan, maupun gangguan dari berbagai pihak ketika menjalankan tugas.

Menurut Komaruddin, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kebebasan pers dari pelbagai pihak agar jurnalis tetap dapat menyampaikan berita dan gambar berdasarkan fakta. Masyarakat pun diharapkan memperoleh informasi yang autentik, bukan berita bohong.

“Jangan sampai masyarakat itu sekarang disuguhi sampai kenyang dengan berita-berita hoaks yang merupakan berita bohong. Oleh karena itu mari kita dukung, kita beri kebebasan agar pers itu menyajikan betul-betul gambar berita yang otentik terbaik,” pungkasnya.

Di tengah perhatian terhadap keselamatan dan kebebasan pers tersebut, Komaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan berbagai instansi yang masih berupaya mencari jejak keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu I. Ia berharap upaya tersebut dapat membawa mereka kembali kepada keluarga.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU