Beban tersebut, menurut Greenpeace, semakin berat bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana iklim karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menghadapi risiko kesehatan dan terganggunya akses pendidikan anak.
Greenpeace juga mengkritik sejumlah kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi krisis iklim. Dalam rilisnya, organisasi lingkungan tersebut menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim turut menekan harga pangan serta pemangkasan anggaran penanggulangan bencana.
Jeanny menegaskan, hasil riset Besok Harga Naik! seharusnya menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan iklim yang berpihak pada masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa hanya membanggakan angka pertumbuhan ekonomi, ketika masyarakat masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan menanggung sendiri dampak krisis iklim. Kalau rakyat harus menanggung sendiri dampak krisis iklim dan bencana yang berakibat pada kenaikan biaya hidup, lalu apa kerja pemerintah?” tandasnya.



