JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara hingga menyebabkan adanya korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (16/8) memicu banjir di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah.
“Banjir mengakibatkan satu orang meninggal dunia karena panik saat air meluap,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (19/8).
Abdul menjelaskan bahwa setidaknya ada sebanyak 57 KK atau 114 jiwa terpaksa mengungsi. Dari sisi kerugian materi, tercatat 57 unit rumah terdampak, satu ruas jalan sepanjang 100 meter mengalami kerusakan sedang, serta satu unit jembatan juga mengalami kerusakan sedang.
Abdul mengungkapkan bahwa BPBD Kepulauan Sula segera melaksanakan langkah tanggap darurat dengan mengevakuasi warga, melakukan identifikasi korban terdampak, serta menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Upaya normalisasi sungai juga dilakukan, mengingat hujan deras kerap membuat aliran sungai meluap membawa materi pasir, lumpur, dan potongan kayu yang menyumbat aliran air hingga banjir meluas ke permukiman di lima dusun,” ujarnya.
Abdul menambahkan bahwa kondisi saat ini ketinggian air mulai menurun. BPBD Kepulauan Sula tetap melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta banjir.
“Masyarakat diharapkan tidak membakar lahan dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sungai agar aliran air lancar. Segera laporkan titik api atau potensi bahaya kepada aparat terkait atau BPBD terdekat agar dapat dilakukan penanganan cepat,” imbaunya.



