HOLOPIS.COM, JAKARTA – Banjir yang melanda Thailand sejak pertengahan September 2026 terus menimbulkan korban jiwa. Pemerintah Thailand melaporkan sedikitnya 60 orang meninggal dunia hingga Rabu (7/10), sementara sejumlah wilayah masih menghadapi kenaikan permukaan air sungai.
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman. Kondisi paling parah salah satunya terjadi di Provinsi Prachinburi, Thailand bagian tengah.
Prachinburi Jadi Salah Satu Wilayah Terparah
Di Prachinburi, sedikitnya 19 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir. Luapan sungai juga merendam rumah-rumah warga di tujuh distrik dan berdampak terhadap lebih dari 188.000 orang.
Banjir masih berlangsung di 27 dari total 77 provinsi di Thailand. Korban jiwa juga dilaporkan berasal dari sekitar 12 provinsi lainnya serta Bangkok.
Sementara itu, Bangkok yang sempat mengalami banjir cukup parah dalam beberapa pekan terakhir mulai berangsur pulih. Empat orang dilaporkan meninggal dunia di ibu kota sejak 16 September.
Hujan deras pada akhir September membuat sejumlah kawasan Bangkok terendam setelah curah hujan dalam beberapa hari mencapai jumlah yang biasanya turun dalam sebulan. Pemerintah kota bahkan sempat menetapkan status bencana di seluruh wilayah Bangkok.
Sebagai informasi Sobat Holopis, sejumlah kawasan Bangkok sebelumnya sempat terendam hingga setinggi lutut. Kendaraan ditinggalkan di jalan yang tergenang, sementara sejumlah sekolah harus ditutup selama dua hari.
Kini, pembersihan besar-besaran dilakukan di berbagai titik di ibu kota. Pemerintah juga bersiap menghadapi pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah meminta lembaga pemerintah memastikan penanganan banjir dan transportasi tidak mengganggu agenda internasional tersebut. Pemerintah Thailand sebelumnya juga mendapat kritik publik terkait respons terhadap bencana banjir.
Thailand memang tengah berada pada periode puncak musim hujan pada September. Namun, kondisi tahun ini dirasakan lebih berat oleh banyak warga Bangkok, terutama karena karakter geografis ibu kota yang berada di kawasan dataran rendah dan memiliki jaringan kanal yang luas.
Hingga Rabu (7/10), persoalan banjir belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah masih menghadapi tantangan karena permukaan air di sejumlah sungai terus meningkat, sementara warga di puluhan provinsi masih terdampak genangan.



