Perkembangan pendapatan dan belanja selama Oktober hingga Desember akan memengaruhi posisi akhir defisit APBN 2026.
Pemerintah perlu menjaga agar pengeluaran berjalan sesuai kebutuhan, sementara penerimaan negara terus dioptimalkan.
Keduanya penting untuk memastikan pembiayaan anggaran tetap terkelola dan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai rencana.
Hingga September, pemerintah menyatakan posisi defisit masih berada dalam jalur yang ditetapkan.
Namun, realisasi pada tiga bulan terakhir akan menjadi bagian penting dalam menentukan capaian fiskal sepanjang 2026.
Dengan demikian, defisit Rp 319 triliun belum menjadi gambaran akhir kondisi APBN tahun ini.
Perhatian berikutnya tertuju pada perkembangan penerimaan dan belanja negara hingga Desember, sekaligus pencapaian target defisit sebesar 2,8% terhadap PDB.



