HOLOPIS.COM, BALI – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menjadi perhatian pemerintah. Untuk mempercepat penanganan, distribusi BBM dari Jawa kini dilayani tujuh kapal, sementara cadangan Pertalite ditargetkan meningkat hingga 15 hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, antrean yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh habisnya stok BBM nasional, melainkan kendala distribusi akibat keterlambatan kapal pengangkut.
Bahlil menjelaskan, pemerintah telah meminta percepatan pengiriman BBM dari Jawa ke Bali. Jumlah kapal yang melayani distribusi pun ditingkatkan dari sebelumnya tiga kapal menjadi tujuh kapal.
“Saya juga sudah meminta untuk percepatan distribusi dari Jawa ke Bali, yang tadinya kapal cuma tiga, sekarang kapal yang sudah melayani tujuh kapal. Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian perlahan-lahan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Bali, Senin (19/10).
Penambahan armada tersebut diharapkan mempercepat penyaluran BBM ke terminal penyimpanan hingga SPBU, sehingga antrean kendaraan bisa segera terurai.
Pemerintah juga memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Meski demikian, kelancaran distribusi ke setiap daerah tetap menjadi perhatian, terutama untuk mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.
Cadangan Pertalite Ditargetkan 15 Hari
Selain mempercepat pengiriman, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan Pertalite di Bali.
Menurut Bahlil, cadangan yang sebelumnya berada di bawah 10 hari kini telah meningkat. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, rata-rata cadangan BBM di wilayah Bali telah mencapai 11–12 hari.
“Mulai hari ini, tadi kami rapat koordinasi dengan Pertamina, untuk cadangan di wilayah Bali itu rata-rata sudah mencapai 11-12 hari,” ucap Bahlil.
Untuk mempercepat penanganan antrean, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan tersebut hingga 15 hari, khususnya di Terminal Manggis dan Sanggaran.
“Dalam rangka untuk mempercepat proses (uraian antrean BBM) ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” imbuhnya.
Peningkatan cadangan ini diharapkan memberi ruang bagi distribusi BBM agar lebih stabil ketika permintaan meningkat atau pengiriman mengalami keterlambatan.
Ganjil-Genap Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Bali turut mengambil langkah untuk membantu mengendalikan antrean BBM. Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut kebijakan yang diterapkan mencakup bekerja dari rumah atau work from home (WFH), pembelajaran jarak jauh, serta pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap.
Koster mengatakan, kondisi antrean mulai membaik dalam beberapa hari terakhir. Pasokan BBM ke SPBU juga dilaporkan berjalan lancar.
“Hari Sabtu dan Minggu sampai hari ini secara umum suplai minyak ke SPBU berjalan dengan lancar dan tidak lagi antrean banyak, bahkan sudah tidak ada antrean di beberapa SPBU, sudah ada di dalam terminal SPBU,” kata Koster.



