HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,64% ke level 4.996,60 pada perdagangan Senin (19/10/2026), di tengah tekanan sentimen rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Namun, di tengah aksi jual yang mendominasi pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan, dengan PT Tempo Inti Media Tbk. (TMPO) memimpin daftar top gainers.
Berdasarkan data RTI, saham TMPO melonjak 28,03% ke level Rp169 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT KDB Tifa Finance Tbk. (TIFA) yang menguat 25% ke Rp360 per saham.
Sementara itu, PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) naik 24,84% ke Rp4.020 per saham, disusul saham BSIM yang menguat 24,83% ke Rp930 per saham. Saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) juga mencatatkan kenaikan 22,62% ke level Rp5.150 per saham.
Penguatan saham-saham tersebut terjadi ketika mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru bergerak di zona merah akibat meningkatnya tekanan jual.
Daftar 10 Saham Top Gainers
1. TMPO naik 28,03% ke level Rp169 per saham.
2. TIFA naik 25% ke level Rp360 per saham.
3. TRUK naik 24,84% ke level Rp4.020 per saham.
4. BSIM naik 24,83% ke level Rp930 per saham.
5. BIKE naik 22,62% ke level Rp5.150 per saham.
6. GRIA naik 14,29% ke level Rp160 per saham.
7. GOLD naik 10,26% ke level Rp258 per saham.
8. NAYZ naik 9,33% ke level Rp82 per saham.
9. BKDP naik 8,72% ke level Rp162 per saham.
10. MSIE naik 8,25% ke level Rp92 per saham.
Meski sejumlah saham mampu mencetak kenaikan dua digit, penguatan tersebut belum mampu menahan tekanan pasar secara keseluruhan. IHSG ditutup melemah 3,64% ke level 4.996,60 setelah bergerak pada rentang 4.907 hingga 5.012 sepanjang perdagangan.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.863 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 656 saham melemah, hanya 100 saham menguat, dan 43 saham stagnan.
Saham Perbankan dan Telkom Ikut Tertekan
Tekanan jual juga menyasar sejumlah saham berkapitalisasi besar yang berkontribusi terhadap pergerakan IHSG.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 3,79% ke level Rp2.540 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,88% ke Rp3.360 per saham.
Penurunan lebih dalam terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), yang melemah 6,84% ke level Rp1.770 per saham.
Dominasi saham yang melemah menunjukkan tekanan pasar berlangsung cukup luas. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
Sentimen MSCI Tekan IHSG Selama Tiga Hari Beruntun
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut. Tekanan jual berlanjut seiring investor menghindari aset berisiko di tengah rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
“Tekanan jual berlanjut seiring investor menghindari aset berisiko di tengah rencana MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sentimen tersebut menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar karena perubahan klasifikasi dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar saham Indonesia. Namun, dampak akhirnya bergantung pada keputusan MSCI dan respons investor terhadap kebijakan yang diumumkan.
Di tengah kondisi pasar yang tertekan, BEI mulai memberlakukan penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7% dari sebelumnya 15%, terhitung mulai Senin (19/10/2026) hingga akhir tahun.



