Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia dengan 1.015 Drone, Donald Trump Malah Kritik Zelensky

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ukraina melancarkan salah satu serangan drone terbesar terhadap Rusia sepanjang tahun ini pada Sabtu malam hingga Minggu. Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis, termasuk terminal minyak di Saint Petersburg, di tengah meningkatnya ketegangan antara Kyiv dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Serangan itu berlangsung meski Trump sebelumnya meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia. Di sisi lain, hubungan Kyiv dan Washington juga menghadapi tekanan setelah Trump mengambil langkah yang dinilai dapat meringankan tekanan ekonomi terhadap Moskow.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya berhasil menembak jatuh 1.015 drone Ukraina dalam serangan semalam hingga Minggu di berbagai wilayah negara tersebut.

Salah satu sasaran serangan adalah Terminal Minyak Saint Petersburg. Menurut otoritas Rusia, fasilitas tersebut memiliki kapasitas penanganan hingga 12,5 juta ton minyak per tahun.

Perusahaan Ukraina Fire Point, yang memproduksi drone yang digunakan dalam serangan tersebut, menyatakan kebakaran terjadi di area terminal setelah serangan berlangsung.

Selain terminal minyak, pusat logistik di Saint Petersburg juga dilaporkan menjadi sasaran. Perusahaan distribusi Rusia, Ozon, mengonfirmasi adanya serangan terhadap salah satu pusat logistiknya. Pusat data milik platform media sosial Rusia VKontakte juga dilaporkan terkena serangan.

Otoritas setempat menyebut satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam serangkaian serangan tersebut. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan.

“Warga menembak jatuh satu drone tepat di atas kami. Ada kilatan cahaya terang, dan guncangannya terasa cukup kuat,” ujarnya seorang warga.

Warga lainnya mengaku terbangun setelah mendengar suara gemuruh. Ia kemudian membangunkan anggota keluarganya, membawa kucing peliharaannya, dan berlindung di kamar mandi.

Trump Beri Keringanan Sanksi Rusia, Zelensky Peringatkan AS

Serangan Ukraina tersebut terjadi ketika hubungan Kyiv dan Washington kembali memanas. Pada Jumat, Trump memberlakukan pengecualian yang membebaskan Rusia dari sejumlah sanksi ekonomi luas yang diwajibkan oleh Kongres AS.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian memperingatkan bahwa keputusan AS untuk berpihak kepada Rusia akan menjadi kesalahan bersejarah. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan program Meet the Press milik NBC News.

Namun, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengambil langkah yang dapat membuat Rusia menarik diri dari negosiasi untuk mengakhiri perang.

Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu, Trump menyatakan bahwa dirinya menilai kemajuan besar sedang dicapai dalam upaya perundingan damai.

“Saya sedang dalam proses merundingkan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan sesuatu yang secara ceroboh membuat Rusia menjauh dari meja perundingan,” tulis Trump.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU