HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, kembali terjadi meski fasilitas olahraga telah dibangun untuk warga. Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui pembentukan posko bersama untuk mencegah bentrokan serupa terulang.
Pramono menyayangkan tawuran masih terjadi di kawasan tersebut meskipun pemerintah telah memenuhi permintaan para pemuda di sana untuk membangun fasilitas publik bagi kegiatan olahraga. Fasilitas itu dibangun melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Padahal di tempat itu, sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga, dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada. Tetapi sampai hari ini tawuran itu masih ada,” ujar Pramono saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, dikutip Holopis.com, di Senin (19/10).
Berkaitan dengan hal itu, Pramono menyebut enam orang telah ditangkap hingga Minggu (18/10) malam karena diduga memprovokasi dan terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
“Sampai dengan tadi malam, ada enam orang yang kemudian ditangkap karena dianggap memprovokasi dan melakukan tindakan tawuran yang berlebihan,” lanjutnya.
Menurut Pramono, tawuran bermula dari aksi saling provokasi antara dua kelompok pemuda yang disertai pembakaran petasan. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi bentrokan hingga aparat keamanan turun langsung ke lokasi.
“Kebetulan begitu tawuran terjadi, memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya, sehingga kemudian terjadi tawuran. Dan ketika tawuran, baik Kapolres, Dandim, Wali Kota langsung turun ke lapangan. Saya pun telah berkoordinasi dengan Wali Kota,” katanya.
Pemprov DKI Setujui Pembentukan Posko Bersama
Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI Jakarta bersama kepolisian, TNI, dan pemuda setempat menyepakati pembentukan posko bersama di kawasan Manggarai. Pramono menyetujui rencana tersebut agar pengawasan keamanan dapat dilakukan secara bersama dan potensi tawuran bisa diantisipasi.
“Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama. Saya menyetujui untuk itu dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu,” tutur Pramono.
Melalui posko tersebut, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pemuda setempat diharapkan dapat memperkuat koordinasi untuk mencegah bentrokan berulang. Keterlibatan warga juga menjadi bagian dari upaya meredam potensi konflik sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.
Pengawasan keamanan di wilayah Jakarta Selatan juga dilakukan melalui patroli kepolisian untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan. Namun, Pramono menekankan pentingnya upaya bersama di lingkungan masyarakat agar pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.



