HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuma dengan 6 telur, buat Tamagoyaki lembut ala Jepang yang praktis dan lezat. Simak resep mudah untuk bekal anak sekolah dalam 10 menit.
Menyiapkan bekal sekolah untuk anak sering menjadi tantangan bagi orang tua, terutama saat harus mencari menu yang praktis, bergizi, dan tetap disukai si kecil.
Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah tamagoyaki, telur dadar gulung khas Jepang yang memiliki tekstur lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih.
Dengan bahan sederhana, tamagoyaki bisa dibuat hanya menggunakan enam butir telur ayam dan waktu memasak sekitar 10 menit.
Menu ini cocok menjadi alternatif bekal anak karena mudah dikreasikan dengan berbagai tambahan bahan seperti sayuran, sosis, hingga keju.
Tamagoyaki berbeda dari telur dadar biasa karena proses memasaknya dilakukan secara bertahap.
Telur dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam wajan, kemudian digulung berlapis hingga menghasilkan bentuk yang cantik dan tekstur yang lebih lembut.
Selain tampilannya menarik, kandungan protein dari telur membuat tamagoyaki menjadi menu yang cukup bergizi untuk mendukung aktivitas anak selama berada di sekolah.
Untuk membuat tamagoyaki dengan porsi sekitar enam bagian, bahan yang diperlukan cukup mudah ditemukan di rumah.
Bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain:
6 butir telur ayam ukuran sedang
3 sendok makan air atau susu cair
1,5 sendok makan gula pasir
1 sendok makan kecap asin atau shoyu
¼ sendok teh garam
Minyak goreng secukupnya
Agar rasanya semakin menarik dan kandungan nutrisinya bertambah, orang tua juga bisa menambahkan bahan pelengkap seperti wortel cincang, daun bawang, sosis potong kecil, keju parut, atau sayuran lainnya.
Penambahan bahan tersebut juga bisa menjadi cara agar anak lebih tertarik menyantap telur dan mendapatkan asupan nutrisi tambahan dari bahan pendamping.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat adonan telur.
Pecahkan enam butir telur ke dalam wadah, kemudian tambahkan air atau susu cair, gula pasir, kecap asin, dan garam.
Kocok telur menggunakan garpu atau sumpit hingga seluruh bahan tercampur rata.
Namun, hindari mengocok terlalu kuat agar telur tidak menghasilkan terlalu banyak gelembung yang bisa membuat teksturnya kurang lembut.
Setelah adonan siap, panaskan wajan anti lengket menggunakan api sedang-kecil.
Oleskan sedikit minyak secara merata agar telur tidak menempel.
Tuangkan sebagian kecil adonan telur ke permukaan wajan.
Ratakan hingga membentuk lapisan tipis, lalu masak sampai bagian bawah mulai matang tetapi bagian atas masih sedikit basah.
Pada kondisi tersebut, telur mulai digulung menggunakan spatula atau sumpit.
Gulungan pertama ini menjadi dasar untuk membentuk lapisan tamagoyaki.
Setelah tergulung, geser telur ke salah satu sisi wajan.
Olesi kembali bagian kosong dengan sedikit minyak, kemudian tuangkan adonan telur berikutnya.
Biarkan telur menyatu dengan gulungan sebelumnya, lalu gulung kembali secara perlahan.
Ulangi proses tersebut hingga seluruh adonan telur habis.
Teknik memasak berlapis inilah yang membuat tamagoyaki memiliki ciri khas berupa gulungan telur yang padat, lembut, dan terlihat menarik.
Meski terlihat sederhana, membuat tamagoyaki membutuhkan teknik agar hasil akhirnya sempurna.
Salah satu kunci utama adalah menggunakan api kecil hingga sedang.
Api yang terlalu besar dapat membuat telur cepat matang dan sulit digulung.
Selain itu, pastikan setiap lapisan telur masih sedikit basah saat digulung agar lapisan baru dapat menempel dengan baik.
Penggunaan wajan anti lengket juga sangat membantu karena membuat proses menggulung telur menjadi lebih mudah.
Setelah matang, diamkan tamagoyaki beberapa menit sebelum dipotong.
Hal ini bertujuan agar bentuk gulungan lebih kokoh dan tidak mudah hancur.
Tamagoyaki kemudian bisa dipotong menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam kotak bekal bersama nasi, sayuran, atau buah.
Dengan tampilan yang menarik dan rasa yang familiar bagi lidah anak-anak, tamagoyaki menjadi salah satu menu praktis yang bisa menjadi pilihan bekal sekolah.
Cukup bermodal enam telur dan beberapa bahan sederhana, orang tua dapat menghadirkan menu ala Jepang yang lezat, bergizi, dan siap disantap sebelum anak memulai aktivitasnya di sekolah.


