Timwas DPR Sebut Haji 2026 Lebih Tertata, Hotel dan Mobilisasi Jemaah Alami Perbaikan

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

MAKKAH – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Abdul Wachid menilai pelaksanaan ibadah haji 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tata kelola haji yang kini ditangani penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah membuat pelayanan jemaah lebih terorganisir, mulai dari penempatan hotel hingga pergerakan menuju Arafah.

“Untuk pelaksanaan haji tahun 2026 ini yang pertama kali dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Saya lihat lumayan bagus berhasil,” kata Abdul Wachid di kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Kamis (28/5/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu mengatakan penyederhanaan syarikah layanan haji dari delapan menjadi dua perusahaan memberi dampak besar terhadap penataan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Sistem tersebut dinilai mempermudah pengelompokan jemaah berdasarkan keluarga, pendamping, hingga daerah asal.

Ia menyebut penggunaan kartu Nusuk dan tasreh juga membantu mempercepat pelayanan serta memudahkan jemaah mengetahui lokasi hotel dan rombongannya sejak tiba di Tanah Suci.

“Jemaah bisa satu kelompok dengan keluarganya, dengan pendampingnya, bahkan satu kabupaten. Ini ibaratnya seperti kampung pindah ke Tanah Suci,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler Indonesia tahun ini. Untuk pertama kalinya, ribuan jemaah reguler disebut menempati hotel berbintang lima dengan lokasi yang lebih dekat ke Masjid Nabawi di Madinah.

“Baru tahun ini jemaah haji reguler menempati hotel bintang lima. Selain itu banyak hotel yang dekat sekali dengan Masjid Nabawi,” tuturnya.

Selain penginapan, Abdul Wachid menilai kualitas konsumsi jemaah juga lebih baik karena menyesuaikan cita rasa Nusantara. Menu yang disediakan dinilai lebih familiar bagi jemaah Indonesia dengan variasi lauk seperti ikan, telur, daging, hingga buah-buahan.

Perbaikan pelayanan juga terlihat saat proses pemberangkatan jemaah menuju Arafah. Menurutnya, pola pengaturan bus yang diterapkan petugas berhasil mengurangi penumpukan jemaah di titik keberangkatan.

“Jemaah tidak boleh turun sebelum bus datang. Jadi tidak ada penumpukan seperti tahun lalu,” katanya.

Meski demikian, Timwas DPR masih menemukan sejumlah catatan evaluasi, terutama dalam proses perpindahan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Beberapa armada bus disebut datang terlambat sehingga sebagian jemaah baru terangkut pada pagi hari.

“Ini nanti menjadi evaluasi untuk tahun yang akan datang,” ujar Abdul Wachid.

Ia menambahkan Timwas DPR juga mendorong peningkatan kualitas tenda jemaah di Arafah dan Mina agar kenyamanan selama fase Armuzna semakin baik. Menurutnya, fasilitas jemaah perlu terus ditingkatkan seiring perbaikan tata kelola haji nasional.

“Kita ingin jemaah tidak ditata sampai seperti ikan pindang,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU