HOLOPIS.COM, JAKARTA – Konflik Riyadh mengganggu penerbangan umrah sejumlah jemaah Indonesia. Simak nasib jemaah, rute transit terdampak, dan penerbangan yang masih beroperasi.
Rencana perjalanan umrah sejumlah jemaah Indonesia ikut terganggu di tengah memanasnya konflik di Riyadh, Arab Saudi.
Gangguan penerbangan pada 11–12 Oktober 2026 membuat beberapa rombongan jemaah yang menggunakan jalur transit harus menghadapi perubahan perjalanan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Zaki Zakariya, mengungkapkan bahwa kendala terutama dialami jemaah yang transit melalui Riyadh, Abu Dhabi, dan Dubai.
Meski begitu, situasi ini tidak berarti seluruh penerbangan umrah dari Indonesia terhenti.
Sejumlah penerbangan masih beroperasi, sehingga calon jemaah diminta memastikan status perjalanan masing-masing sebelum berangkat.
“Terhitung 11–12 Oktober kemarin, memang ada beberapa grup umrah yang terkendala, khususnya yang transit di Riyadh, Abu Dhabi, dan Dubai,” kata Zaki, Selasa (13/10/2026).
Ia menambahkan, sebagian besar penerbangan lainnya masih berjalan normal.
Gangguan pada sejumlah maskapai yang melayani rute menuju Jeddah juga terjadi, tetapi jumlahnya relatif terbatas.
Kondisi tersebut membuat jemaah yang menggunakan penerbangan transit perlu lebih waspada.
Perubahan rute maupun jadwal penerbangan lanjutan dapat memengaruhi waktu kedatangan dan kelancaran perjalanan menuju Tanah Suci.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan adanya pembatalan penerbangan, penyesuaian rute, serta pengaturan ulang perjalanan penumpang yang terhubung dengan Riyadh hingga Senin (12/10/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan serta kejelasan informasi bagi penumpang.



