HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengencangkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang berpotensi dipicu fenomena ‘Godzilla El Nino’. Ancaman ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga menyangkut stabilitas pertanian dan ketahanan pangan.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya langkah mitigasi yang terukur dan terkoordinasi di seluruh kabupaten/kota.
Pemprov Jatim menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam menghadapi kemarau panjang. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, termasuk distribusi pompa air untuk daerah rawan kekeringan.
Dia mengatakan dari berbagai langkah antisipatif telah disiapkan.
“Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan terjadinya musim kemarau, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” kata Khofifah, Jumat, (10/4/2026).
Langkah ini diharapkan bisa menjaga produktivitas pertanian agar tidak anjlok meski tekanan iklim meningkat.
Sebagai bagian dari strategi besar, Pemprov Jatim juga meresmikan Gedung Gerha Majapahit. Langkah itu sebagai pusat pengelolaan logistik kebencanaan, serta Gedung Olahraga BPBD untuk mendukung pelatihan dan kesiapan fisik personel.
Fasilitas ini dirancang untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus meningkatkan kesiapan aparat menghadapi kondisi darurat.
Khofifah mengatakan pentingnya modernisasi dalam pengelolaan logistik, khususnya melalui penerapan sistem First In First Out (FIFO) berbasis digital.
“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal,” ujar Khofifah.
Menurutnya, sistem ini sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka, FIFO Sistem bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik,” katanya.
Perkuat SDM dan Tata Kelola
Adapun Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyebut pembangunan fasilitas ini jadi bagian dari penguatan sistem kebencanaan secara menyeluruh.
“Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan,” katanya.
Selain itu, pembangunan Gedung Olahraga BPBD juga ditujukan untuk meningkatkan ketahanan fisik dan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam proses pembangunan, Pemprov Jatim juga menggandeng Kejaksaan Tinggi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran kebencanaan.


