JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, bencana tersebut berlangsung sejak hujan deras pada Minggu (28/9).
“Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Musi Rawas memicu meluapnya Sungai Nile di Kecamatan Selangit,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (29/9).
Abdul mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan banjir yang menggenangi rumah warga dan akses jalan. Sebanyak 2 desa terdampak yakni Desa Tabarenah dan Desa Taba Remanik di Kecamatan Selangit.
“Banjir menggenangi 60 unit rumah dan 1 akses jalan desa,” imbuhnya.
Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa bencana banjir tidak berlangsung dalm waktu yang cikup lama.
“Banjir dilaporkan telah surut. Warga bersama BPBD Kabupaten Musi Rawas dan tim gabungan melakukan pembersihan material pasca banjir,” ujarnya.
Abdul kemudian mengimbau kepada warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau secara berkala ketinggian air ketika hujan sedang terjadi di wilayah sungai.
“Jika air meningkat secara drastis, warga diminta untuk bisa melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman secara mandiri,” imbaunya.
Sementara bagi warga yang tinggal di perbukitan, lereng tebing, dan kaki gunung perlu mewaspadai hujan lebat yang terjadi lebih dari satu jam. Hujan dapat memicu terjadinya banjir dan longsor di area tebing dan lereng. Segera lakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat terjadi lebih dari satu jam.
“BNPB juga mengimbau kepada pemerintah daerah khususnya BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja,” tambahnya.



