BerandaNewsPolhukamBNN Sebut Warga Rusia dan Ukraina Punya Teknologi Canggih Jualan Narkoba di...

BNN Sebut Warga Rusia dan Ukraina Punya Teknologi Canggih Jualan Narkoba di Bali

0 Shares

JAKARTA – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Komjen Marthinus Hukom mengakui bahwa pola penjualan narkoba di Bali saat ini terbilang sudah semakin modern.

Dimana dalam operasi penjualannya, para pelaku bandar narkoba yang notabene warga Rusia dan Ukraina itu menggunakan teknologi canggih.

“Kami menemukan suatu modus operandi penyebaran narkoba yang menggunakan teknologi advance (canggih),” kata Marthinus saat berada di Bali pada Selasa (15/7).

Teknologi tersebut menurut Marthinus, mulai dari blockchain (buku besar terdistribusi) yang kemudian disambungkan dengan media sosial. Para mafia tersebut menggunakan chatbot dari aplikasi Telegram dengan format tertentu.

Dalam teknologi tersebut, setiap pihak tidak perlu bertemu bertatap muka dalam proses pemesanan.

Setelah ada kesepakatan, barang tersebut ditempatkan di suatu tempat dengan kode tertentu, lalu berakhir dengan transaksi menggunakan cryptocurrency (mata uang kripto).

“Kurirnya sudah membuat zona-zona di Bali. Misalnya di daerah Sanur, Kuta formatnya begini. Bayangkan penjahat dari luar membagi wilayah operasionalnya menjadi zona-zona seperti itu,” bebernya.

Marthinus menjelaskan bahwa daya tarik Bali jadi pasar gelap narkoba terbukti dengan ditemukannya laboratorium (clandestine) narkoba dan kebun ganja di dalam ruangan yang telah diungkap BNN dan Mabes Polri.

Secara garis besar, Indonesia menghadapi tantangan peredaran narkoba dari dua jaringan besar, yaitu Golden Triangle (Myanmar, Laos dan Thailand), serta Golden Crescent (Iran, Afganistan dan Pakistan). Di samping itu, kartel Sinaloa-Mexico sudah menunjukkan tanda-tanda berkembang di Bali.

Marthinus mengatakan para gembong narkoba dari luar negeri biasanya menggunakan berbagai cara untuk menguasai pasar gelap narkoba di Bali salah satunya dengan modus sewa properti vila, tanah atau sejenisnya.

“Banyak sekali alih fungsi lahan terjadi di Bali. Saya tidak melarang itu hak setiap orang. Tapi ingat Kita beberapa kali menemukan klandestin laboratorium yang dijadikan sarang kejahatan narkoba di Bali,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA