3 Bulan Tak Lihat Matahari, Petani Kalbar Curhat soal Kabut Asap yang Bikin Ngeri!

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

Padahal, pembinaan tersebut membantu petani memahami cara mengelola lahan gambut sekaligus mendukung kegiatan pencegahan kebakaran melalui pemeliharaan dan pembasahan lahan.

Ketika pendampingan dan dukungan kegiatan berkurang, petani harus menghadapi risiko usaha tani dengan kemampuan yang lebih terbatas.

Elly menyebut banyak warga mengalami gagal panen, sehingga kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi dengan membeli bahan pangan di tengah kenaikan harga.

Situasi tersebut menciptakan tekanan berlapis bagi rumah tangga petani.

Saat hasil pertanian tidak sesuai harapan, pemasukan ikut menyusut.

Pada saat bersamaan, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

Sebagian warga bahkan terpaksa mencari pekerjaan lain untuk bertahan hidup.

Menurut Elly, ada masyarakat yang beralih menjadi tukang bangunan atau berusaha mengumpulkan modal untuk membuka usaha sendiri.

Bagi mereka, kehilangan sumber penghasilan dari kegiatan restorasi gambut berarti berkurangnya salah satu penopang ekonomi keluarga, terutama ketika pertanian sedang menghadapi tekanan.

Setelah BRGM berakhir, fungsi pemeliharaan ekosistem gambut dan mangrove disebut dilanjutkan melalui Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup.

Namun, berdasarkan keterangan dalam laporan tersebut, penurunan anggaran membuat kegiatan pemeliharaan dan mitigasi di lapangan tidak lagi berjalan seintensif sebelumnya.

Padahal, pengelolaan gambut membutuhkan upaya berkelanjutan, termasuk menjaga kondisi lahan tetap basah agar tidak mudah terbakar ketika memasuki periode kering.

Keterlibatan masyarakat lokal juga penting karena mereka berada dekat dengan lokasi rawan kebakaran dan dapat membantu mendeteksi kemunculan titik api lebih awal.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU