Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen.
Program tersebut berlaku untuk periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan target penerima manfaat sekitar 3,75 juta penumpang.
Sementara itu, penumpang kereta api mendapatkan diskon tiket sebesar 30 persen. Insentif ini ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Pemerintah juga memberikan insentif bagi pengguna transportasi laut.
Penumpang kapal milik PT Pelni ditargetkan menerima manfaat program dengan jumlah sekitar 414 ribu orang.
Adapun untuk transportasi penyeberangan, tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry akan digratiskan. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 1,42 juta penumpang.
“Periodenya 22 Desember sampai dengan 10 Januari,” urainya.
Stimulus Ekonomi Berlanjut hingga 2027
Tak berhenti pada akhir 2026, pemerintah juga tengah menyiapkan kelanjutan dan perluasan sejumlah program ekonomi untuk tahun depan.
Dengan kombinasi pembukaan rekening gratis, bantuan pangan, subsidi upah, hingga insentif transportasi, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan.
Namun, masyarakat masih perlu menunggu informasi teknis lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran, proses pembukaan rekening, serta penetapan penerima program Satu Orang Satu Rekening.
Pasalnya, hingga pernyataan Airlangga disampaikan, program tersebut masih berada dalam tahap pematangan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!