HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto terus menjadi perhatian pemerintah. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, meminta masyarakat tidak terpecah dan tetap menjaga keamanan serta keutuhan bangsa di tengah mencuatnya persoalan tersebut.
Syahganda menilai seluruh elemen masyarakat perlu ikut menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga mengingatkan agar kepentingan politik tidak sampai memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan keutuhan bangsa,” kata Syahganda, Kamis (5/11).
Dalam pernyataannya, Syahganda juga mengajak masyarakat mendukung langkah Presiden Prabowo bersama jajaran Kepolisian dalam menjaga ketertiban dan menindak dugaan pelanggaran hukum.
“Mari semua elemen bangsa mendukung Presiden dan jajaran Kepolisian dalam upaya menindak tegas dan menjaga ketertiban masyarakat,” kata Syahganda.
Ia menegaskan, setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, serta kewibawaan Presiden harus ditangani secara serius.
Namun, proses penanganannya tetap harus mengedepankan prinsip hukum, termasuk objektivitas dan transparansi.
Menurut Syahganda, penegakan hukum menjadi hal penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan ambisi kekuasaan melahirkan praktik politik yang justru merusak persatuan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindak pidana penyadapan, penghapusan bukti elektronik, hingga akses ilegal yang disebut menyasar dirinya.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Menurut Prasetyo, dugaan penyadapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan Presiden, tetapi juga disebut menyasar sejumlah pejabat negara, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.
Prasetyo mengatakan Presiden menaruh perhatian serius karena dugaan tindakan tersebut disebut melibatkan institusi yang berada di bawah kendali kepala negara.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!