ISPU Palangka Raya Disebut Bisa Capai 1.500, Kemenkes Siapkan Oksigen di 21 Daerah Terdampak

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan dua tabung oksigen berukuran besar untuk setiap puskesmas di sekitar 21 kabupaten atau kota dengan tingkat pencemaran udara terparah. Langkah ini dilakukan untuk membantu penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, saat dirinya berkunjung pada Jumat (23/10), berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Ia menyebut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut berada di atas 1.000, bahkan bisa mencapai 1.200 hingga 1.500.

“Kemarin saya datang ke Palangka Raya, karena ini adalah provinsi dan kota yang ISPU-nya paling tinggi, di atas 1.000. Ya saya melihat kondisinya memang berat sih. Di atas 300 sangat berbahaya, ini bayangkan bisa sampai 1.200, 1.500,” ujar Budi saat ditemui awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, dikutip Holopis.com, Senin (26/10).

Menurut Budi, tingginya pencemaran udara membuat pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap perlindungan dan penanganan kesehatan. Kemenkes telah mendistribusikan masker untuk membantu warga mengurangi paparan partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam polusi udara.

“Karena penting supaya masyarakat itu bisa melindungi dirinya dari polusi partikel yang PM 2,5. Kan polusinya sekarang banyak partikel,” kata Budi.

Selain upaya pencegahan melalui pembagian masker, Kemenkes menyiapkan penanganan bagi warga yang sudah mengalami gangguan pernapasan. Budi mengatakan, pemberian oksigen menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan ketika polutan telah masuk ke saluran pernapasan dan pasien membutuhkan bantuan oksigen.

“Yang kedua, kalau sudah partikelnya masuk, itu treatment yang paling harus dilakukan adalah oksigenasi, memberikan oksigen,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes akan memastikan puskesmas di sekitar 21 kabupaten atau kota dengan tingkat pencemaran terparah memiliki masing-masing dua tabung oksigen berukuran besar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu penanganan awal warga yang mengalami sesak napas atau penurunan saturasi oksigen.

“Daerah-daerah yang hitam itu ada berapa kemarin, 21-an kalau enggak salah kabupaten atau kota. Itu semuanya kita lengkapi seluruh puskesmasnya harus ada dua tabung oksigen yang besar,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, oksigen perlu diberikan sesuai kondisi pasien, terutama berdasarkan tingkat saturasi oksigen. Kemenkes juga akan memfasilitasi organisasi yang menyediakan rumah oksigen agar layanan tersebut dapat dibuka dan dimanfaatkan masyarakat di wilayah terdampak.

Budi menegaskan, fasilitas oksigen tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus berfungsi dan siap digunakan. Hal itu pula yang mendasari dirinya mencoba alat oksigen saat mengunjungi Palangka Raya.

“Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigen yang ada itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa melayani masyarakat,” katanya.

Selain memperkuat fasilitas oksigen, Kemenkes juga menyiapkan tambahan masker dan obat-obatan. Budi menyebut pemerintah telah mengirimkan sekitar 1,3 juta masker, termasuk pengiriman tambahan sebanyak 650.000 masker, dan berencana mengirimkan sekitar 1,5 juta masker lagi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU