Karhutla Jawa Timur Tembus 11 Ribu Hektare, BNPB Tambah Armada Udara

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah. BNPB menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman, menyusul kebakaran yang tercatat melanda 26 kabupaten/kota dengan total luas mencapai 11.449 hektare.

Tambahan bantuan itu mencakup satu helikopter water bombing dan satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Keduanya disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, tambahan armada udara tersebut akan mendukung operasi pemadaman yang telah berjalan bersama pemerintah daerah, TNI, dan berbagai unsur terkait.

Satu helikopter water bombing akan didatangkan dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Sementara itu, satu pesawat untuk mendukung OMC dikerahkan dari Kalimantan Barat.

“Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas,” ujar Kristomei, ditulis Jumat (23/10).

Penambahan armada ini melengkapi upaya yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mulai dari pemadaman melalui udara hingga pengerahan petugas di lapangan.

11.449 Hektare Lahan Terbakar

Skala karhutla di Jawa Timur menjadi tantangan besar bagi tim gabungan. Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, selama masa siaga darurat tercatat 184 kejadian kebakaran yang tersebar di 26 kabupaten/kota.

Total luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari angka tersebut, sekitar 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi.

Kondisi ini membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.

Water Bombing Sudah 462 Kali

Sebelum tambahan bantuan dari pemerintah pusat, upaya pemadaman dari udara telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pesawat water bombing tercatat telah melakukan 462 kali penerbangan untuk membantu memadamkan titik-titik api.

Selain armada pesawat, petugas juga memanfaatkan teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter. Perangkat ini digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, termasuk area dengan tebing curam.

Penggunaan berbagai sarana tersebut diharapkan membantu petugas menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani secara langsung dari permukaan tanah.

Selain kondisi cuaca ekstrem, munculnya titik api secara bersamaan di beberapa kawasan gunung juga menjadi perhatian pemerintah. Aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian, disebut sebagai salah satu kemungkinan faktor yang perlu diperhatikan.

Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan operasi pemadaman. Aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan serta menindak pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya titik api baru sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU