Untuk pengobatan, Kemenkes telah mendistribusikan 500.000 paket obat dan akan mengirimkan 500.000 paket tambahan ke puskesmas. Obat-obatan tersebut ditujukan untuk membantu penanganan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Budi menjelaskan, ISPA tidak selalu mengharuskan pasien menjalani perawatan di rumah sakit karena sebagian kasus dapat ditangani melalui rawat jalan. Ia menyebut jumlah kumulatif kasus ISPA yang dipantaunya mencapai sekitar 320.000 kasus, sedangkan jumlah kasus harian telah menurun.
“Yang saya monitor data hariannya, karena akumulatifnya juga kemarin 320.000. Tapi hariannya itu sebelumnya di awal-awal tuh 12.000 sampai 13.000, kemarin saya lihat 3.500-an per hari,” ujar Budi.
Ia menambahkan, sekitar 10 hingga 15 persen dari kasus harian tersebut dialami anak-anak. Karena itu, Kemenkes memastikan ketersediaan obat di puskesmas agar pasien ISPA yang membutuhkan pengobatan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...