Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme institusi sipil dan militer agar kebijakan penempatan personel tidak memunculkan kekhawatiran mengenai kembalinya praktik dwifungsi ABRI.
Di sisi lain, Fernando mempertanyakan penambahan jumlah anggota kabinet dan pembentukan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang juga diminta untuk diterapkan oleh pemerintah daerah.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi antara kebijakan penghematan belanja negara dan keputusan yang berpotensi menambah beban anggaran.
Fernando menilai konsistensi tersebut penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara tetap berorientasi pada kebutuhan publik.
Ingatkan Pentingnya Ruang Kritik dan Demokrasi
Fernando juga menyoroti pentingnya menjaga ruang kritik terhadap pemerintah. Ia mengingatkan agar upaya merangkul berbagai kelompok ke dalam pemerintahan tidak membuat fungsi kontrol masyarakat terhadap kekuasaan menjadi melemah.
Menurut dia, kritik dari masyarakat, mahasiswa, dan kelompok sipil tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dalam sistem demokrasi.
Ia turut menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi pengaruh kekuasaan terhadap independensi media, termasuk melalui kebijakan periklanan, kepemilikan media, maupun penempatan orang-orang yang dekat dengan pemerintah pada posisi strategis di perusahaan media.
Fernando berharap kebebasan pers dan independensi media tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang berimbang serta memiliki ruang untuk menyampaikan kritik.
“Secara perlahan kritik terhadap pemerintah semakin lemah dan secara perlahan akan hilang sehingga perlu diwaspadai akan menuju negara otoriter,” tukasnya.
Baginya, keberlangsungan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pemilu, tetapi juga oleh terbukanya ruang bagi masyarakat untuk mengawasi dan mengoreksi kebijakan pemerintah.
Minta Prabowo Fokus pada Persoalan Ekonomi
Menjelang dua tahun pemerintahan, Fernando berharap Presiden Prabowo dapat menjadikan evaluasi kinerja sebagai momentum untuk memperbaiki pelaksanaan program prioritas dan memperkuat tata kelola pemerintahan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...