Mendag Busan mengatakan Indonesia tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan global, sembari melakukan reformasi domestik untuk memperkuat industri serta memperluas peluang kerja sama.
Menurutnya, hubungan perdagangan dan investasi yang kuat dengan AS dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha kedua negara.
ART diharapkan dapat memperkuat kepastian perdagangan, meningkatkan akses pasar, serta mempererat keterkaitan rantai pasok.
“ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang tersebut dengan AS melalui penguatan kepastian, peningkatan akses pasar, dan keterkaitan rantai pasok,” kata Mendag Busan.
Di dalam negeri, pemerintah juga mendorong penguatan struktur ekonomi melalui hilirisasi industri, ketahanan pangan, keberlanjutan, dan perluasan akses pasar global.
Kemendag menjalankan tiga program prioritas, yakni Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Program Perluasan Pasar Ekspor, serta Program Dari Lokal untuk Global.
Ketiganya diarahkan untuk menjaga pasar domestik, membuka pasar baru bagi produk Indonesia, sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan skala bisnis hingga mampu bersaing di pasar internasional.
Usai menghadiri forum investasi, Mendag Busan bertemu dengan pelaku usaha yang tergabung dalam American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas peningkatan layanan perdagangan, termasuk kebutuhan bahan baku industri dan kepastian pelayanan pemerintah.
Mendag Busan meminta dunia usaha menyampaikan kebutuhan industri secara jelas.
Pemerintah mendorong pemanfaatan produk dalam negeri apabila kebutuhan bahan baku tersedia di Indonesia.
Namun, apabila bahan baku belum tersedia secara domestik, kebutuhan tersebut diminta disampaikan secara resmi agar pemerintah dapat menindaklanjutinya sesuai ketentuan.
“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas,” ujarnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...