Bukan Cuma Bangun Data Center! Komdigi Ungkap PR Besar Indonesia untuk Kuasai AI

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Data center RI terus bertambah, tetapi kedaulatan AI belum terjamin. Komdigi mengungkap pekerjaan besar Indonesia untuk menguasai teknologi dan industri chip.

Ambisi Indonesia menjadi pemain penting dalam industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ternyata tidak cukup hanya dengan memperbanyak pusat data.

Pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah besar, mulai dari memperkuat kemampuan komputasi hingga membangun industri semikonduktor agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi luar negeri.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, kedaulatan digital membutuhkan penguasaan sejumlah teknologi strategis yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Indonesia harus mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok teknologi global, bukan sekadar menjadi pengguna produk digital.

“Kalau kita bicara tentang strategi kita untuk kedaulatan digital, kita harus mengamankan sejumlah choke point dari rantai pasok global untuk memperkuat industri AI,” ujar Nezar dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan Indonesia bukan hanya soal membangun infrastruktur, melainkan juga mengembangkan kemampuan teknologi yang menopang industri AI dari hulu hingga hilir.

Kapasitas pusat data Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 580 megawatt (MW).

Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 1,3 gigawatt (GW) pada 2027–2028.

Meski terus dikembangkan, kapasitas Indonesia masih berada di bawah Malaysia yang diperkirakan mencapai 3 GW.

Menurut Nezar, kemampuan komputasi menjadi komponen penting dalam menopang ekonomi digital.

Teknologi AI membutuhkan daya pemrosesan besar, sehingga keberadaan pusat data harus didukung pasokan listrik yang andal, konektivitas kuat, serta layanan komputasi awan.

“Di era artificial intelligence ini, komputasi punya posisi seperti listrik bagi ekonomi digital. Jadi, listriknya ekonomi digital itu compute power,” katanya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU