FLONA 2026 di Tengah Isu Karhutla, Warga Diajak Kenal Alam

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, pameran flora dan fauna (FLONA) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan hayati Indonesia. Beragam tanaman, fauna, hingga unsur budaya dari sejumlah daerah dihadirkan dalam satu ruang publik di tengah kota.

Salah satu pengunjung, Ria, datang bersama dua anaknya. Ia mengaku rutin mendatangi FLONA setiap tahun karena ingin melihat konsep yang berbeda sekaligus menikmati suasana yang menurutnya asri untuk rekreasi keluarga.

“Pengin aja gitu lihat-lihat, karena kayaknya tiap tahun kan ini (FLONA). Alhamdulillah tuh kita tiap tahun emang ke sini. Buat foto-foto kan bagus aja gitu, adem juga,” kata Ria saat ditemui Holopis.com di FLONA 2026, Selasa (8/9/2026).

Selama berkeliling, Ria juga menyempatkan diri mengunjungi stand yang dipersembahkan oleh Taman Margasatwa Ragunan. Berada di dalam ruangan yang terasa sejuk, area tersebut menampilkan sejumlah patung atau miniatur hewan yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, khususnya keluarga yang membawa anak.

“Ke Ragunan-nya, udah, kita udah keliling. Ada miniatur hewan-hewan,” katanya.

Bagi Ria, kunjungan ke lokasi tersebut tidak semata untuk menikmati suasana. Ia melihat keberadaan informasi mengenai tanaman dan fauna dapat menjadi sarana belajar bagi kedua anaknya ketika mereka mengikuti kegiatan tersebut.

“Enggak, cuma pengen foto-foto aja. Karena anak-anak juga pengen gitu lihat-lihat, karena mereka juga sambil belajar, itu kan ada pengetahuannya tuh, ada bacaan-bacaannya, anak-anak sambil baca itu,” ujarnya.

Meski tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap tanaman maupun hewan, Ria mengaku sudah membiasakan kedua anaknya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan mereka membuang sampah pada tempatnya.

“Anak-anak kita biasaain buang sampah kan pada tempatnya ya. Kita kan lagi di sini ya, dia udah biasa, anak-anak sampahnya dikantongin dulu. Itu kan (kebiasaan) kecil ya, cuma kan anak-anak jadinya terbiasa gitu. Buat kebersihan lingkungan juga,” tuturnya.

Di rumah, Ria juga memiliki beberapa tanaman, salah satunya lidah mertua. Ia memilih tanaman tersebut karena perawatannya sederhana dan dianggap dapat membantu menyaring udara dari debu maupun asap rumah tangga.

Ketika ditanya mengenai karhutla yang menjadi salah satu persoalan lingkungan di Indonesia, Ria mengaku mengetahui isu tersebut. Namun, ia tidak mengikuti perkembangannya secara khusus.

“Tahu sih, cuma gak ngikutin aja, cuma sekadar tahu aja gitu yah,” katanya.

Pengunjung lainnya, Zamzam, datang ke FLONA setelah melihat informasi mengenai kegiatan tersebut melalui media sosial. Ia tertarik melihat langsung berbagai tanaman yang ditampilkan dan berencana membeli tanaman apabila menemukan yang sesuai.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU