HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah nama disebut dalam rancangan plotting nama jemaah khusus TX atau calon jemaah haji dengan masa tunggu tertentu dan T0 atau calon jemaah haji tanpa masa tunggu. Salah satu nama yang disebut yakni mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus politikus Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Hal itu terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Kepala Seksi Pendaftaran Haji Khusus Kementerian Agama periode 2014-2020, Abdul Muhyi, dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penentuan kuota haji Tahun 2023-2024, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 8 September 2026.
Rancangan plotting itu berkaitan dengan proses penyerapan kuota tambahan tahun 2024, utamanya soal calon jemaah haji tanpa masa tunggu (T0) yang diduga disertai pemberian fee. Rancangan plotting itu dikonfirmasi Jaksa kepada saksi Abdul Muhyi.
“Apakah bapak pernah menerima rekap nama-nama jemaah TX atau T-0 yang berasal dari kuota siapa saja? rekapannya itu Pak?. Ada kata kuncinya ‘floating’ dan ‘real’ itu Pak. Iya. Nah itu dari mana data itu Pak?,” tanya Jaksa, seperti dikutip Holopis.com.

“Jadi floating itu data dari hasil pembicaraan Pak Agus, floating itu sebetulnya mem-plotting Pak, di-plotting sekian tapi realisasinya berapa gitu,” jawab Muhyi.
“Iya tapi kan di situ ada angka spesifik tuh Pak. Itu berasal dari siapa tuh?,” tanya Jaksa.
“Dari Pak Agus. Agus Syafiq, diperkirakan oleh Pak Agus itu,” jawab Muhyi.
“Kami ingin bertanya nih Pak menyangkut plotting-an ini Pak ya betul ya? Angka sebelah kiri tabel ‘angka’, itu angka apa tuh Pak?,” tanya Jaksa.
“Itu yang di-plotting Pak. Angka kuota? Angka kuota yang di-plotting,” jawab Muhyi.
“Di-plotting itu maksudnya di-plot untuk orang ini loh gitu? dii orang ini loh?,” tanya Jaksa.
“Betul,” jawab Muhyi.
“Untuk tabel real sebelah kanan ada realisasinya?,” tanya Jaksa.




