HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada perusahaan produsen pesawat asal Kanada, Bombardier. Trump menyatakan perusahaan tersebut tidak akan lagi diizinkan menjual pesawat di Amerika Serikat apabila tidak memindahkan kegiatan manufakturnya ke Negeri Paman Sam.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Senin waktu setempat, di tengah memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada.
“Tidak ada lagi Bombardier yang dijual di Amerika Serikat! Produk mereka tidak cukup bagus!” tulis Trump
Trump kemudian menegaskan bahwa Bombardier harus membangun fasilitas produksinya di Amerika Serikat jika ingin tetap mengakses pasar di negara tersebut.
“Kalau mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangun di sini dan berhenti memperlakukan Amerika seperti ‘celengan’,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum Kanada memberlakukan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat senilai US$20 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
Meski demikian, belum diketahui secara jelas bagaimana Trump akan merealisasikan ancaman untuk menghentikan penjualan atau pengiriman pesawat Bombardier ke Amerika Serikat. Pasalnya, sejumlah pesawat produksi perusahaan asal Montreal tersebut telah memperoleh persetujuan dari Federal Aviation Administration atau FAA.
Bombardier Tegaskan Perannya di Amerika Serikat
Menanggapi situasi tersebut, Bombardier mengeluarkan pernyataan panjang mengenai kontribusinya terhadap industri penerbangan Amerika Serikat. Perusahaan itu menyebut dirinya memiliki peran besar dalam sektor dirgantara Negeri Paman Sam.
Bombardier juga menekankan bahwa aktivitas bisnisnya telah menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan di Amerika Serikat melalui operasional dan jaringan industrinya.
Meski tidak secara langsung menanggapi ancaman Trump, Bombardier menyatakan ingin mempertahankan kerja sama dengan berbagai perusahaan Amerika Serikat serta terus berinvestasi terhadap pekerja, pelanggan, dan komunitas di negara tersebut.
Saat ini, Bombardier diketahui mempekerjakan sekitar 3.500 pekerja di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut juga memiliki rantai pasok yang melibatkan sekitar 2.800 perusahaan Amerika di 47 negara bagian.
Sekitar setengah dari armada Bombardier, atau kurang lebih 5.100 pesawat, juga dioperasikan oleh pelanggan yang berada di Amerika Serikat.
Selain itu, Bombardier memiliki sejumlah fasilitas di berbagai wilayah Amerika Serikat, termasuk Kansas, Texas, Arizona, Florida, Connecticut, Illinois, Delaware, California, Washington DC, dan New Jersey.
Ancaman Trump terhadap Bombardier turut mendapat perhatian dari pemerintah Quebec. Perdana Menteri Quebec Christine Frechette menyebut perusahaan tersebut sebagai salah satu kebanggaan sekaligus bagian penting dari perekonomian wilayahnya.
Frechette mengaku telah menghubungi CEO Bombardier Eric Martel untuk memberikan dukungan kepada perusahaan tersebut.
“Saya tidak akan membalas provokasi dengan provokasi,” ujar Frechette dalam unggahan di media sosial.




