Box Office Hollywood Lagi Lagu Keras, Pendapatan Bioskop AS Tembus Rp76 Triliun

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri perfilman Amerika Serikat mencatatkan pencapaian besar setelah pendapatan box office musim panas tahun ini resmi menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Penjualan tiket bioskop domestik sepanjang periode 1 Mei hingga Labor Day pada 7 September mencapai US$4,76 miliar atau sekitar Rp76 triliun. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang telah bertahan sejak 2013 dengan pendapatan US$4,755 miliar.

Rekor pada 2013 sebelumnya ditopang oleh sejumlah film besar seperti Iron Man 3, Despicable Me 2, dan Man of Steel.

Meski begitu, pencapaian tahun ini memiliki beberapa catatan. Pendapatan box office 2013 tidak disesuaikan dengan inflasi, sementara periode musim panas tahun ini juga berlangsung lebih lama, yakni 130 hari dibandingkan 123 hari pada 2013 karena posisi kalender Labor Day.

Namun, capaian tersebut tetap menjadi sinyal positif bagi industri bioskop yang sempat menghadapi ketidakpastian panjang sejak pandemi COVID-19 mengguncang industri perfilman pada 2020.

Kepala tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keberhasilan musim panas tahun ini tidak hanya dapat dilihat dari besarnya angka pendapatan. Menurutnya, musim panas ini menjadi momentum yang mengingatkan masyarakat mengenai pengalaman menonton film di layar lebar.

“Yang membuat musim panas ini sangat penting dan berpotensi menjadi titik balik adalah karena bagi banyak orang, ini mungkin menjadi musim yang mengingatkan mereka betapa menyenangkannya pergi ke bioskop. Hal itu dapat mendorong orang untuk kembali menonton film, menciptakan generasi baru penonton bioskop dan menjaga momentum tersebut,” katanya, dikutip Holopis.com, Selasa (8/9).

Empat Bulan Berturut-turut Tembus US$1 Miliar

Musim panas tahun ini juga mencatatkan sejarah sebagai periode pertama ketika masing-masing dari empat bulan berhasil menghasilkan pendapatan box office lebih dari US$1 miliar.

Mei menghasilkan US$1,07 miliar, disusul Juni sebesar US$1,08 miliar. Pendapatan kemudian meningkat menjadi US$1,18 miliar pada Juli dan mencapai US$1,27 miliar pada Agustus. Periode musim panas sendiri menjadi salah satu masa paling penting bagi industri perfilman karena menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan box office tahunan.

Ini juga menjadi musim panas kedua sejak pandemi ketika pendapatan tiket berhasil menembus US$4 miliar. Sebelumnya, pencapaian tersebut terjadi pada 2023 ketika fenomena Barbenheimer mendorong pendapatan musim panas mencapai US$4,09 miliar.

Sebagai perbandingan, pendapatan musim panas pada 2019, sebelum pandemi, mencapai US$4,3 miliar berkat kesuksesan Avengers: Endgame dan sejumlah film blockbuster lainnya.

Tahun ini, sejumlah sekuel franchise besar seperti Toy Story 5 dan The Devil Wears Prada 2 ikut menarik penonton ke bioskop. Di sisi lain, film seperti Obsession dan Backrooms juga mencuri perhatian, terutama dari kalangan Generasi Z.

Salah satu penyumbang terbesar pendapatan box office musim panas adalah film Marvel produksi Sony, Spider-Man: Brand New Day. Film tersebut telah mengumpulkan US$923 juta di pasar domestik dan US$2,4 miliar secara global.

Film epik Christopher Nolan, The Odyssey, juga mencatatkan kesuksesan besar dengan pendapatan US$589 juta di Amerika Utara dan US$1,62 miliar di seluruh dunia.

Keberhasilan sejumlah film tersebut membantu menutupi performa beberapa judul yang justru gagal memenuhi ekspektasi, termasuk versi live-action Moana, Supergirl, dan Masters of the Universe.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU