Ia juga mengingatkan pihak yang memiliki pengetahuan dan kemampuan jurnalistik untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Yang kedua, orang pintar ini ayo gunakan kepintarannya untuk mengabdi untuk kebaikan Negeri. jangan kepintarannya untuk membodohi orang, untuk memfitnah-fitnah orang, untuk membikin resah orang-orang,” kata Bopo Teguh.
“Tolong itu bocor alus ya, hati-hati, jangan seenaknya ngomong, ayo jenengan iku wong pinter, jangan seperti itu,” sambungnya.
Dengan klarifikasi tersebut, AMPB menegaskan bahwa pertemuan dengan Dasco dan komunikasi dengan Presiden Prabowo memang diakui terjadi. Namun, organisasi tersebut membantah adanya hubungan dengan sosok kader Gerindra yang disebut dalam informasi Bocor Alus Politik Tempo sebagai pihak yang hendak memobilisasi atau mengarahkan massa Pati menuju Jakarta.
AMPB pun meminta informasi mengenai Nistra Yohan dan dugaan upaya mobilisasi tersebut dibuka secara lengkap agar publik dapat menilai berdasarkan data, bukan sekadar informasi yang belum terverifikasi.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...