Kembangkan Digitalisasi SPBU Pertamina, PT SGP hingga Anak Usaha Telkom Bakal Disasar KPK

0 Shares

Ironinya atas arahan pihak tertentu, anak-anak perusahaan tersebut kemudian diarahkan untuk menunjuk vendor tertentu sehingga proses pengadaan hanya menjadi formalitas. PT PINS disebut menunjuk PT PCS sebagai vendor pengadaan EDC dan PT Sigma Cipta Caraka) menunjuk PT Sempurna Global Pertama sebagai vendor pengadaan ATG.

Sementara Elvizar pada tahap pelaksanaan pengadaan EDC, diduga mengganti perangkat EDC merk PAX A920 menjadi Z90 yang memiliki spesifikasi lebih rendah. Elvizar diduga memberikan fasilitasi perjalanan luar negeri kepada pihak PT Telkom dan PT Pins Indonesia agar perubahan spesifikasi itu disetujui.

Berdasarkan hasil penghitungan BPK, rangkaian perbuatan melawan hukum tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara, yaitu Rp 193,75 miliar pada pengadaan ATG, Rp 128,42 miliar akibat kemahalan harga pengadaan EDC PAX A920, serta total loss Rp 105,22 miliar karena penggunaan perangkat Z90 yang tidak sesuai spesifikasi. Sementara akibat pengaturan dan pengkondisian yang dilakukan, terjadi rantai pengadaan berlapis hingga 3 sampai 5 tingkat yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 322,18 miliar.

Kasus ini juga menyeret nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin (BR). Ia pernah diperiksa sebagai saksi.

Jejak Bobby terdeteksi KPK sebelum pengadaan dilakukan. Bobby disebut sudah mengetahui sejak awal proyek dan masuk ruang lingkup pertemuan sebelum pengadaan proyek dilakukan.

“Dia (Bobby Rasyidin) mengetahui awal mulanya proyek digitalisasi SPBU ini. (Proyek digitalisasi SPBU) ini digagas BP Migas dan Pertamina, untuk pemantauan stok BBM di SPBU secara real-time dan mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, disitu BR disitu,” ungkap pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

Disinggung apakah pemeriksaan Bobby dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT LEN Industri periode 2020-2025, Taufik menyatakan akan mengeceknya terlebih dahulu. Sebelum menjabat Dirut PT LEN Industri, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menduduki sejumlah posisi. Di antaranya, Direktur Utama PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama, Komisaris Utama (Komut) PT Len Telekomunikasi Indonesia, Komut PT Indonesian Cloud, dan Komut PT Akses Prima Indonesia.

“Nanti coba dipastikan dulu. Tapi dia mengetahui diinisiasi atau ide-ide proyek itu diawal,” ucap Taufik.

Berdasarkan bukti dan informasi yang dikantongin KPK, Bobby Rasyidin diduga pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak sebelum pengadaan proyek digitalisasi SPBU itu dilakukan. Taufik mengamini jejak Bobby Rasyidin masuk dalam ruang lingkup pertemuan sebelum pengadaan direalisasikan.

“Iya betul,” kata Taufik.

Dalam konstruksi perkara, Dian Rachmawan pada September 2018 disebut bertemu dengan calon vendor pengadaan Electronic Data Capture (EDC) dan Automatic Tank Gauge (ATG). Namun, Taufik saat ini belum mau mengungkap secara gamblang dugaan keterlibatan Bobby Rasyidin dalam sengkarut rasuah yang merugikan negara ratusan miliar ini.

Tak hanya Bobby Rasyidin, dua pegawai
PT Teknologi Riset Global Investama, Aya Natalia dan Duma Saragih juga pernah dijadwalkan diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu. Saat memeriksa Aya Natalia, penyidik mendalami dugaan aliran dana terkait perkara ini.

Adapun PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama merupakan perusahaan yang didirikan Sakti Wahyu Trenggono. Di antara lini bisnis perusahaan itu dalam bidang telekomunikasi, teknologi, dan e-commerce. Sebelum bisnisnya menggurita, jebolan Institut Teknologi Bandung itu merintis bisnis dengan bendera PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan membangun PT Tower Bersama Infrastruktur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rangga Tranggana
Muhammad Ibnu Idris
Rangga Tranggana, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU