24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Tambah Unsur Laut dan Udara untuk Pencarian

15 Shares

HOLOPIS.COM, SELAYAR – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari ketiga pada Jumat (17/7).

Untuk mengoptimalkan pencarian korban yang masih hilang, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menambah kekuatan unsur laut dan udara.

Berdasarkan data sementara, dari total 74 orang yang berada di atas kapal saat insiden terjadi, sebanyak 49 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 24 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Dalam operasi hari ketiga, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan 32 personel (Person on Board/POB) untuk melakukan penyisiran di Sektor II.

Area pencarian yang menjadi tanggung jawab kapal tersebut mencakup sekitar 90 nautical mile persegi (nm²) di perairan Selayar.

- Advertisement -

Selain memperkuat unsur laut, Basarnas juga menambah dukungan dari jalur udara dengan mengerahkan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin.

Pesawat tersebut membawa 17 personel (POB 17) yang bertugas melakukan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya kapal guna memperluas jangkauan pencarian.

Di sisi lain, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi penyisiran di Sektor I dengan cakupan area pencarian sekitar 102 Nautical mile.

Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan perencanaan Search and Rescue Mission Planning (SARMAP) agar proses penyisiran berlangsung lebih efektif.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan armada laut dan udara dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih belum ditemukan.

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara,” ujar Arif, Jumat (17/7).

Menurutnya, operasi SAR dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, hingga nelayan setempat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rio Anthony
Ronald Steven
Rio Anthony, Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU