Jaksel Bebas Rabies! Camat dan Lurah Turun Tangan Serbu Kucing dan Anjing Warga

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bergerak cepat menekan risiko penyebaran rabies. Langkah konkret diambil dengan menggandeng para camat hingga lurah guna mempercepat program vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di wilayah masing-masing.

Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya edukasi ke tingkat paling bawah agar program ini berjalan mulus dan tepat sasaran.

“Saat ini sedang dilaksanakan program pemeliharaan hewan di Jakarta Selatan. Saya meminta agar sosialisasi program ini dilakukan secara masif kepada masyarakat, sehingga warga mendapatkan informasi sejak dini dan dapat merencanakan pemeliharaan hewan mereka,” kata Syafrin dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Ruang Antasari Kantor WaliKota Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Syafrin mewanti-wanti jajarannya untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan. Para lurah dan camat diminta memantau langsung keberadaan hewan-hewan yang berpotensi menyebarkan virus rabies di wilayah mereka.

Pendampingan dari aparatur wilayah dirasa sangat penting agar target capaian program pemeliharaan hewan ini bisa tembus secara optimal.

“Diminta lurah dan camat melakukan inventarisasi terhadap hewan penular rabies liar maupun berpemilik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat,” tuturnya.

- Advertisement -

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, memastikan bahwa layanan vaksinasi ini tidak dipungut biaya. Petugas di lapangan terus bergerak aktif lewat sistem jemput bola maupun membuka posko di RPTRA dan Balai RW terdekat.

“Kalau targetnya di Jakarta Selatan itu vaksinasi untuk sekitar 10.200 ekor hewan penular rabies seperti, anjing, kucing, kera, dan musang di Jakarta Selatan,” jelas Hasudungan.

Bukan cuma urusan vaksin, Dinas KPKP DKI Jakarta juga punya agenda besar untuk meredam ledakan populasi kucing jalanan sekaligus merespons keluhan warga. Sepanjang tahun 2026 ini, mereka menargetkan tindakan sterilisasi pada ribuan kucing liar.

“Sterilisasi kucing liar juga gratis tidak dipungut biaya apa pun. Ini kita targetkan di tahun 2026, 2.500,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU