Dalam pelaksanaannya yang mengedepankan sinergi kebangsaan, susunan perangkat upacara akan diisi oleh para pimpinan lembaga negara. Ketua MPR akan bertugas membacakan teks Pancasila, Ketua DPD akan membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan bertugas memimpin pembacaan doa.
Adapun peserta dan perangkat pendukung upacara juga telah dipersiapkan dengan matang. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara terpusat akan menggunakan “Formasi Pancasila”. Formasi istimewa ini terdiri atas lima kelompok yang mencerminkan kelima sila pada Pancasila. Sementara itu, untuk menjaga keseragaman dan kekhidmatan, para tamu undangan pria diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), tamu undangan wanita mengenakan Pakaian Nasional, dan anggota TNI/Polri mengenakan Pakaian Dinas Upacara III (PDU III).
Menutup paparannya, Yudian Wahyudi mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology, yaitu nilai-nilai yang terus hidup dan dihayati oleh masyarakat luas.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” pungkasnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...