JAMBI – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi, menegaskan penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah pesatnya perubahan global.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya berasal dari aspek ekonomi, politik, dan teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ideologi yang menjadi perekat persatuan bangsa.
“Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh ideologi yang kokoh. Pancasila adalah fondasi yang menyatukan seluruh keberagaman Indonesia. Karena itu, generasi muda harus menjadi pelopor yang menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, bukan sekadar menghafalnya sebagai teks, tetapi menjadikannya karakter dan budaya hidup,” tegas Yudian saat menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP di Kota Jambi, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan itu diikuti para guru jenjang SD, SMP, SMA, dan MA se-Kota Jambi, serta dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, dan unsur Forkopimda.
Yudian menjelaskan, BPIP terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman agar nilai-nilai Pancasila semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, penguatan ideologi tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan dunia pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga keluarga.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi yang digelar BPIP merupakan salah satu upaya membangun kesamaan cara berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
“Pembinaan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Yang ingin kita bangun adalah kesamaan cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Ketika generasi muda mampu menginternalisasi nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menjadi benteng utama persatuan bangsa sekaligus motor penggerak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas komitmen BPIP yang terus memperkuat pembinaan ideologi Pancasila di daerah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jambi mendukung berbagai program yang bertujuan membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.
“Pancasila merupakan perekat bangsa yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman. Kami menyambut baik kehadiran BPIP di Provinsi Jambi dan siap memperkuat sinergi agar nilai-nilai Pancasila semakin membumi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar Abdullah Sani.
Senada dengan itu, Wali Kota Jambi Maulana menilai kegiatan tersebut menjadi penguatan penting bagi pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi persatuan dan nilai kebangsaan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada BPIP yang terus hadir di daerah untuk memperkuat karakter kebangsaan masyarakat. Pemerintah Kota Jambi siap bersinergi dalam menghadirkan ruang-ruang edukasi yang menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan, kami optimistis akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki komitmen kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Maulana.
Melalui kegiatan tersebut, BPIP menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembinaan ideologi Pancasila dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.


