DPR Minta RI Siaga Hantavirus, Pintu Masuk Negara Diminta Diperketat Total

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDPR meminta pemerintah memperketat seluruh pintu masuk RI usai wabah Hantavirus di kapal pesiar tewaskan 3 orang.

Ancaman penyebaran Hantavirus yang kini menjadi sorotan dunia mulai memicu kewaspadaan serius di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah memperketat seluruh pintu masuk negara guna mencegah virus mematikan itu masuk ke Tanah Air.

Pernyataan itu muncul setelah wabah Hantavirus menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius dan menyebabkan sejumlah penumpang terinfeksi.

Kasus tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa dan memicu kekhawatiran global.

“Saya minta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya sehingga dapat menimbulkan kematian,” kata Yahya Zaini.

- Advertisement -

Politikus Partai Golkar itu menegaskan pengawasan ketat harus dilakukan di seluruh akses masuk Indonesia, termasuk bandara internasional, pelabuhan, hingga jalur kedatangan wisatawan asing.

Menurut Yahya, skrining terhadap warga negara Indonesia maupun warga negara asing harus diperketat untuk mendeteksi potensi penularan sedini mungkin.

“Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Melakukan skrining kepada WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya pengawasan di perbatasan, DPR juga meminta kesiapan fasilitas kesehatan nasional diperkuat.

Yahya mendorong pemerintah menyiapkan alat tes PCR di rumah sakit pusat maupun daerah sebagai langkah antisipasi.

“Menyiapkan PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah segera menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Hantavirus dan cara pencegahannya.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini meski penyebaran virus saat ini masih terbatas di kapal pesiar MV Hondius.

“Walaupun penyebaran Hantavirus masih terbatas di dalam kapal pesiar, melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengaku tengah mengantisipasi penyebaran Hantavirus ke Indonesia.

Pemerintah disebut telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperoleh panduan penanganan dan deteksi dini virus tersebut.

“Virus ini lumayan berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO. Kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya,” kata Menkes.

Menurut Kemenkes, hingga saat ini penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar MV Hondius dan belum meluas ke negara lain.

Hantavirus sendiri merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Penularan dapat terjadi melalui urine, feses, atau air liur rodent yang terhirup manusia.

Dalam kasus tertentu, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga gagal ginjal.

Wabah terbaru di kapal pesiar MV Hondius kini menjadi perhatian internasional setelah delapan orang dilaporkan diduga tertular dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Situasi tersebut membuat banyak negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran lintas negara, termasuk Indonesia yang kini diminta memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk nasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU