JAKARTA, Holopis.com – Daftar 20 nama pejabat yang diduga terlibat kasus MBG beredar di media sosial. Kuasa hukum Sony Sonjaya angkat bicara soal kabar yang viral itu.
Polemik dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas setelah sebuah daftar berisi sekitar 20 nama pejabat beredar luas di media sosial.
Daftar tersebut diklaim memuat pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum.
Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Elza Syarief, angkat bicara menanggapi viralnya daftar tersebut.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di ruang publik belum bisa dipastikan kebenarannya karena masih berada dalam status “pro justitia confidential”.
“Saya enggak tahu yang beredar tuh kayak apa, karena bukan 20 nama. Yang tertulis bisa lebih dari itu, masih banyak lagi. Jadi itu masih sifatnya pro justitia confidential,” ujar Elza.
Elza menambahkan, nama-nama yang berkaitan dengan kasus tersebut sejatinya sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Namun, seluruh materi pemeriksaan itu masih bersifat rahasia dan belum bisa dipublikasikan ke publik.
“Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan oleh unggahan yang menyebut adanya “bocoran” 20 nama petinggi yang diduga terkait dalam kasus dugaan korupsi MBG.
Unggahan tersebut salah satunya berasal dari akun Threads @suzan18706 yang menyebut daftar itu sebagai “bocor halus”.
Dalam unggahan yang menyebar cepat itu, sejumlah nama pejabat publik dan tokoh politik ikut disebut, mulai dari unsur kementerian, legislatif, hingga aparat penegak hukum.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kejaksaan maupun lembaga terkait mengenai validitas daftar tersebut.
Nama-nama yang disebut dalam unggahan itu antara lain Nanik S Deyang, serta sejumlah figur politik seperti Bima Arya, Ahmad Riza Patria, dan Yahya Zaini.
Selain itu, juga muncul nama anggota legislatif lain seperti Cucun Ahmad Syamsurijal serta beberapa pejabat komisi di DPR.
Dari kalangan publik figur, nama seperti Uya Kuya dan Lula Kamal juga turut disebut dalam unggahan tersebut.
Namun, seluruh pihak yang namanya beredar belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut.
Di sisi lain, kasus dugaan korupsi MBG sendiri masih dalam tahap penyidikan. Sony Sonjaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.
Kuasa hukumnya, Krisna Murti, menyatakan kliennya mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung.
Langkah tersebut diambil dengan harapan dapat membuka secara terang siapa saja pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi di program unggulan tersebut.
“Kami bukan menghindar dari proses hukum, tapi ingin kooperatif untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat,” kata Krisna sebelumnya.
Menurutnya, dalam proses pemeriksaan, kliennya telah menyampaikan sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Namun, penyampaian itu masih bersifat awal dan akan dilanjutkan dalam pemeriksaan berikutnya.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyangkut program strategis pemerintah di bidang pangan dan gizi.
Namun, hingga kini aparat penegak hukum belum mengonfirmasi secara detail isi daftar yang beredar di media sosial.
Pihak kuasa hukum juga menegaskan bahwa publik diminta tidak terburu-buru menyimpulkan isi unggahan yang beredar, mengingat seluruh proses masih berada dalam koridor hukum yang ketat dan bersifat rahasia.
“Semua masih dalam proses hukum. Kita tunggu saja bagaimana fakta hukumnya di persidangan nanti,” ujar Elza.
Hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran daftar nama yang viral tersebut maupun perkembangan terbaru dari pengajuan justice collaborator yang diajukan Sony Sonjaya.
Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan terus bergulir dan menjadi perhatian publik, seiring dengan semakin banyaknya informasi yang beredar di ruang digital.


