Dituding Jadi Buzzer Pemerintah, Deretan Media Digital Ini Serentak Keluarkan Klarifikasi

11 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Sejumlah media digital membantah keras tudingan sebagai buzzer pemerintah usai disebut terlibat dalam INMF bentukan Bakom RI.

Sejumlah media digital ternama di Indonesia seperti Narasi, Big Alpha, hingga Ngomongin Uang serentak mengeluarkan klarifikasi resmi setelah nama mereka dikaitkan dengan Indonesia New Media Forum (INMF) yang diperkenalkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).

Isu ini mencuat dan viral di media sosial setelah publik menyebut adanya dugaan keterlibatan “homeless media” dalam kerja sama komunikasi pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat sekitar 40 media digital yang diajak bergabung dalam sebuah wadah kolaborasi bernama Indonesia New Media Forum (INMF).

Dalam keterangannya, Qodari menyebut bahwa forum tersebut merupakan ruang kerja sama antara pemerintah dan pelaku media baru yang sebelumnya kerap disebut sebagai “homeless media”, yakni media yang beroperasi tanpa platform situs web mandiri dan berbasis dominan di media sosial.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi publik dan polemik di ruang digital.

- Advertisement -

Sejumlah pihak menilai adanya potensi konflik kepentingan, bahkan muncul tudingan bahwa media-media tersebut berpotensi menjadi “buzzer pemerintah”.

Namun, beberapa media yang namanya disebut dalam daftar langsung memberikan bantahan tegas.

Melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya, Narasi menegaskan pihaknya tidak pernah terlibat, tidak menghadiri, serta tidak mengetahui adanya pertemuan maupun agenda yang berkaitan dengan INMF maupun Bakom RI pada 6 Mei 2026.

Narasi juga menegaskan mereka bukan “homeless media” sebagaimana istilah yang digunakan dalam pernyataan pemerintah, karena telah memiliki struktur media profesional yang terdaftar dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta berada di bawah pengawasan Dewan Pers.

Bantahan serupa disampaikan oleh Big Alpha ID.

Melalui akun resminya, Big Alpha menegaskan, informasi yang menyebut mereka tergabung dalam inisiatif pemerintah tersebut adalah tidak benar.

Big Alpha menjelaskan bahwa INMF merupakan forum independen yang dibentuk atas inisiatif pelaku media digital sendiri, bukan sebagai wadah yang dibentuk atau diinisiasi oleh pemerintah.

Mereka juga menegaskan posisi mereka sebagai bagian dari komunitas media independen yang tidak terikat dalam struktur komunikasi pemerintah.

Media Ngomongin Uang juga ikut memberikan klarifikasi.

Mereka menyatakan tidak pernah menerima undangan, tidak menghadiri pertemuan, dan tidak melakukan komunikasi apa pun dengan pihak Bakom RI terkait forum tersebut.

Dalam pernyataannya, Ngomongin Uang menegaskan klaim yang menyebut mereka “digandeng” pemerintah adalah tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Isu ini semakin memanas setelah istilah “homeless media” yang digunakan dalam pernyataan awal Bakom RI menuai sorotan.

Banyak pihak menilai istilah tersebut bersifat stigma dan tidak merepresentasikan ekosistem media digital secara adil, terutama bagi media yang telah memiliki standar jurnalistik namun berbasis platform sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Bakom RI terkait bantahan dari sejumlah media tersebut maupun kejelasan status Indonesia New Media Forum (INMF).

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU